RADARBANYUWANGI.ID - Audi akhirnya berhasil membawa kedua mobilnya mencapai garis start dalam F1 Grand Prix Jepang untuk pertama kalinya musim ini, Minggu (29/3/2026). Namun, momentum tersebut tidak diiringi hasil optimal setelah kedua pembalapnya mengalami start yang kurang baik saat lampu balap padam.
Pebalap Audi, Nico Hulkenberg, harus puas finis di posisi ke-11 setelah berjuang dari posisi belakang. Ia mengakui bahwa peluang meraih poin sebenarnya terbuka lebar, tetapi start yang buruk menjadi faktor penentu.
“Kami memiliki kecepatan yang baik dan peluang realistis untuk mencetak poin, tetapi balapan kami terganggu oleh start yang buruk,” ujar Hulkenberg, dikutip F1.
Ia menjelaskan bahwa dirinya kehilangan banyak posisi pada lap pembuka, turun dari posisi ke-13 ke posisi ke-19. Kondisi tersebut membuatnya terjebak dalam lalu lintas dan kesulitan untuk kembali ke posisi kompetitif.
Selain itu, Hulkenberg juga menyoroti karakter mobil yang masih menantang, terutama dalam hal manajemen energi dan dinamika menyalip.
“Manuver bisa dilakukan, tetapi setelah itu Anda langsung rentan disalip kembali. Ini menjadi semacam kompromi dalam balapan saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, rekan setimnya, Gabriel Bortoleto, finis di posisi ke-13. Ia menilai jalannya balapan cukup positif, terutama setelah Safety Car memberikan keuntungan strategis.
“Balapan secara keseluruhan cukup baik. Safety Car bekerja menguntungkan kami,” kata Bortoleto.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masalah utama tetap terletak pada performa start yang belum optimal sejak awal musim.
“Kami sudah tahu sejak balapan pertama bahwa start adalah sesuatu yang perlu diperbaiki agar tidak merusak hasil kerja kami di hari Sabtu (28/3/2026),” ujarnya.
Bortoleto juga menyatakan bahwa jeda waktu sebelum balapan berikutnya akan dimanfaatkan untuk meningkatkan performa tim.
Kepala Proyek Formula 1 Audi, Mattia Binotto, menilai hasil balapan ini menghadirkan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia mengapresiasi keberhasilan tim menyelesaikan balapan dengan dua mobil tanpa kendala teknis.
“Memiliki kedua mobil yang start dan finis penuh adalah langkah penting. Reliabilitas sangat baik dan pit stop berjalan konsisten tanpa masalah,” jelas Binotto.
Ia juga menilai performa mobil cukup menjanjikan dan mampu bersaing di sekitar posisi 10 besar. Namun, kekurangan dalam eksekusi start membuat peluang tersebut sirna.
“Kami kehilangan banyak posisi di lap pertama, yang pada akhirnya menghapus kerja baik yang telah dilakukan sebelumnya,” tegasnya.
Binotto menambahkan bahwa aspek drivability dan manajemen energi masih menjadi fokus utama pengembangan tim ke depan.
Dengan jeda hampir satu bulan menuju balapan di Miami, Audi berencana memanfaatkan waktu untuk menganalisis data dan meningkatkan performa mobil.
Meski belum berhasil meraih poin, tim melihat adanya fondasi yang cukup kuat untuk berkembang di fase berikutnya musim ini.
“Kami belum mencapai target poin, tetapi ada dasar yang solid. Fokus kami adalah kembali lebih kuat di fase berikutnya,” pungkas Binotto.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1