RADARBANYUWANGI.ID - Performa solid kembali ditunjukkan tim Alpine F1 Team dalam lanjutan musim Formula 1, dengan Pierre Gasly sukses mengamankan posisi ketujuh sekaligus memperpanjang tren finis 10 besar, pada Minggu (29/3/2026). Balapan yang berlangsung dinamis ini juga diwarnai duel sengit dengan juara dunia empat kali, Max Verstappen.
Sejak start, Gasly tampil impresif dengan mempertahankan posisi ketujuh pada fase awal balapan. Strategi pit stop di bawah kondisi Safety Car turut membantu menjaga posisinya di tengah ketatnya persaingan. Namun, tekanan besar datang dari Verstappen yang terus membayangi sepanjang paruh kedua balapan.
Gasly mengakui balapan berlangsung intens dan menuntut konsentrasi tinggi, terutama saat harus bertahan dari gempuran Verstappen selama lebih dari 25 lap.
“Itu adalah balapan yang sangat intens dan saya sangat senang dengan P7 serta tambahan poin untuk kejuaraan. Kami harus banyak bertahan, dan itu tidak mudah melawan juara dunia empat kali,” ujar Gasly, dikutip F1.
Ia juga menambahkan bahwa tim menunjukkan manajemen balapan yang baik, serta memiliki dasar performa mobil yang cukup kuat untuk terus berkembang di seri-seri berikutnya.
Sementara itu, rekan setimnya, Franco Colapinto, menjalani balapan yang lebih sulit. Start yang cukup baik sempat memberinya peluang mendekati zona poin, namun situasi berubah setelah insiden yang melibatkan Oliver Bearman.
Colapinto nyaris terlibat dalam kecelakaan ketika Bearman kehilangan kendali di Tikungan 13 dan melintasi lintasan. Meski berhasil menghindar, momentum balapnya terganggu, terlebih setelah kemunculan Safety Car yang dinilai tidak menguntungkan strateginya.
“Balapan hari ini sangat panjang dan membuat frustrasi. Safety Car datang di waktu yang tidak tepat bagi kami dan membuat kami kehilangan posisi,” ungkap Colapinto.
Penasihat eksekutif tim, Flavio Briatore, menilai akhir pekan ini tetap memberikan sinyal positif. Ia menyebut performa konsisten di lintasan berbeda menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal musim.
“Pierre menjalani balapan luar biasa dan mampu menahan tekanan dari Verstappen. Ini membuktikan kami kini mampu bersaing sebagai mobil tercepat keempat,” kata Briatore.
Ia juga menyoroti pentingnya hasil kualifikasi bagi Colapinto, yang dinilai menjadi faktor pembatas dalam balapan. Dengan jeda singkat menuju seri berikutnya, Alpine berkomitmen untuk terus mengembangkan performa mobil di markas mereka di Enstone.
Hasil ini menegaskan bahwa Alpine mulai menemukan ritme kompetitif di awal musim, sekaligus membuka peluang untuk bersaing lebih konsisten di papan tengah hingga mendekati tim-tim terdepan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1