RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Italia, Kimi Antonelli, kembali mencatat sejarah setelah meraih kemenangan di Grand Prix Jepang dan menjadi pemimpin klasemen termuda dalam sejarah Formula 1. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perburuan gelar masih terlalu dini untuk dibicarakan.
Balapan yang berlangsung di Sirkuit Suzuka, Jepang, pada Minggu (29/3/2026) tersebut menjadi kemenangan kedua beruntun bagi Antonelli, setelah sebelumnya ia juga berjaya di China. Hasil itu sekaligus mengukuhkan performa impresif pembalap berusia 19 tahun tersebut di awal musim.
Antonelli memulai balapan dari posisi pole, namun mengalami start buruk yang membuatnya terlempar hingga posisi keenam pada lap pembuka. Situasi berubah ketika strategi pit stop para rival dan momen Safety Car membuka peluang baginya untuk kembali ke barisan depan.
Momen krusial terjadi menjelang pertengahan balapan ketika rekan setimnya di Mercedes, George Russell, melakukan pit stop dari posisi terdepan. Tak lama kemudian, Safety Car dikeluarkan menyusul kecelakaan hebat yang melibatkan pembalap Haas, Oliver Bearman.
Kondisi tersebut dimanfaatkan Antonelli untuk melakukan pit stop tanpa kehilangan posisi, sebelum akhirnya melesat dan memenangkan balapan dengan selisih hampir 14 detik.
Usai balapan, Antonelli mengaku puas dengan hasil tersebut, meski tetap merendah soal peluang juara. “Rasanya sangat menyenangkan. Tentu saja masih terlalu dini untuk memikirkan kejuaraan, tapi kami berada di jalur yang baik,” ujarnya, dikutip F1.
Ia juga menyoroti start buruk yang dialaminya serta keberuntungan dari hadirnya Safety Car. “Saat balapan, saya mengalami start yang buruk, kami harus mengecek apa yang terjadi. Saya cukup beruntung dengan Safety Car bisa memimpin, tapi kecepatan mobil sangat luar biasa, terutama di stint kedua,” jelasnya.
Menurut Antonelli, performa mobil Mercedes sangat kompetitif, terutama saat menggunakan ban medium dan hard. “Kami memang beruntung dengan Safety Car, tapi saat mendapat udara bersih, kami sangat kuat. Dengan ban keras, kecepatannya benar-benar luar biasa,” tambahnya.
Kemenangan ini membuat Antonelli kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan sembilan poin setelah tiga seri awal musim. Sementara itu, Russell harus puas finis di posisi keempat akibat kendala performa.
Meski memimpin klasemen, Antonelli menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memperbaiki kelemahan dalam start balapan, yang sejauh ini masih menjadi titik lemah dibandingkan para pesaingnya.
“Beruntung ada jeda tiga minggu, jadi saya bisa berlatih start untuk mendapatkan feeling yang lebih baik. Ini jelas menjadi kelemahan kami musim ini dan harus diperbaiki karena bisa menentukan hasil balapan,” tegasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi