RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap muda Isack Hadjar menegaskan bahwa target utamanya pada balapan Japanese Grand Prix bukan semata-mata meraih poin, melainkan memahami bagaimana meningkatkan performa mobil Red Bull yang dinilai masih sulit dikendalikan.
Pembalap asal Prancis itu akan memulai balapan sepanjang 53 lap di Suzuka Circuit dari posisi kedelapan. Hasil tersebut sekaligus membuatnya kembali mengungguli rekan setimnya, Max Verstappen, untuk kedua kalinya musim ini.
Namun, performa tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Baik Hadjar maupun Verstappen mengeluhkan karakteristik mobil RB22 yang dianggap sulit ditaklukkan sepanjang sesi kualifikasi.
“Saya sudah tahu akan sangat sulit untuk bisa masuk Q3 melihat semua sesi latihan sebelumnya,” ujar Hadjar, Sabtu (28/3/2026), dikutip F1.
Ia menambahkan bahwa perubahan karakter mobil saat kualifikasi justru menjadi tantangan tersendiri. “Mobil terasa sangat berbeda di kualifikasi, tidak dalam arti yang baik, sangat sulit dikendarai, meskipun sedikit lebih baik. Sejujurnya, P7 adalah target saya, target yang hampir tidak mungkin, dan kami sangat dekat dengan itu,” lanjutnya.
Sepanjang musim 2026, Hadjar baru sekali meraih poin setelah finis kedelapan di Grand Prix China. Meski demikian, ia menilai peluang untuk kembali finis di 10 besar di Jepang tidak akan mudah.
“Meraih poin dengan jarak mobil yang sangat rapat di sekitar saya akan sangat sulit,” katanya.
Meski poin tetap menjadi target, pembalap berusia 21 tahun itu menegaskan bahwa fokus jangka panjang tim lebih penting. “Tentu saja poin selalu jadi target. Tapi tujuan akhirnya bukan sekadar meraih poin besok, melainkan memahami bagaimana kami bisa membuat mobil ini lebih cepat,” tegas Hadjar.
Editor : Lugas Rumpakaadi