RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, kembali mencuri perhatian setelah meraih pole position pada Grand Prix Jepang 2026 di Sirkuit Suzuka, Sabtu (28/3/2026). Hasil ini mempertegas awal musim impresif yang tengah ia bangun di ajang Formula 1.
Hanya dua pekan setelah mencatat sejarah sebagai polesitter termuda, Antonelli kembali mengulang pencapaian tersebut dengan performa meyakinkan. Ia mengungguli rekan setimnya, George Russell, dengan selisih hampir tiga persepuluh detik pada sesi Q3.
Catatan waktu 1 menit 28,778 detik yang dibukukannya tak mampu disaingi para rival. Hasil ini sekaligus memastikan Mercedes mengunci baris depan untuk ketiga kalinya secara beruntun musim ini.
“Itu sesi yang bagus. Saya senang dengan hasilnya. Saya mampu meningkatkan performa lap demi lap,” ujar Antonelli usai kualifikasi, dikutip F1.
Ia mengakui sempat kehilangan waktu pada percobaan lap kedua di Q3 akibat kesalahan kecil. Namun, hal tersebut tidak menghalangi langkahnya meraih posisi start terdepan.
“Lap kedua sebenarnya terlihat kuat, tapi saya mengunci roda di Tikungan 11 dan kehilangan cukup banyak waktu. Saya sedikit kesal, tapi tetap meraih pole position,” tambahnya.
Antonelli juga menyoroti atmosfer balapan di Jepang yang menurutnya sangat istimewa. Dukungan besar dari para penggemar memberikan dorongan tambahan saat berada di lintasan.
“Para penggemar di Jepang luar biasa. Ada begitu banyak gairah, dan balapan di sirkuit bersejarah memberi perasaan yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa karakteristik Suzuka yang menantang, dipadukan dengan dukungan penonton, menciptakan pengalaman berkendara yang unik.
“Lintasan ini luar biasa untuk dikendarai dengan mobil seperti ini, dan para fans memberi kami dorongan ekstra saat di trek,” jelas Antonelli.
Memulai musim dengan hasil podium kedua dan satu kemenangan, Antonelli kini berada dalam jalur positif untuk bersaing di papan atas klasemen. Ia menyadari pentingnya menjaga konsistensi tanpa melakukan kesalahan yang merugikan.
Beberapa insiden sebelumnya, seperti kecelakaan di sesi latihan bebas di Australia dan penalti waktu di Sprint China, menjadi pelajaran berharga bagi pebalap berusia 19 tahun tersebut.
“Saya mencoba menjaga momentum ini dan terus meningkatkan performa tanpa berlebihan. Secara keseluruhan, saya merasa nyaman dengan mobil,” katanya.
Ia juga menyinggung bahwa masih ada aspek teknis yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam memaksimalkan performa unit tenaga.
“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, terutama dalam memaksimalkan power unit, tapi saya sangat senang dengan hasil ini,” tuturnya.
Statistik menunjukkan bahwa delapan dari 12 balapan terakhir di Jepang dimenangkan oleh pebalap yang start dari pole position. Hal ini membuka peluang besar bagi Antonelli untuk meraih kemenangan keduanya musim ini.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1