Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kepergian Mendadak Jonathan Wheatley Guncang Audi F1, Mattia Binotto Akui Tak Terduga dan Siapkan Restrukturisasi Tim

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28 WIB
Audi F1 menghadapi perubahan mendadak setelah Jonathan Wheatley mundur sebagai Team Principal. (F1)
Audi F1 menghadapi perubahan mendadak setelah Jonathan Wheatley mundur sebagai Team Principal. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Proyek Formula 1 (F1) milik Audi tengah menghadapi dinamika internal setelah Jonathan Wheatley resmi meninggalkan posisinya sebagai Team Principal secara mendadak. Keputusan ini disebut sebagai kejutan besar oleh pimpinan proyek F1 Audi, Mattia Binotto.

Wheatley, yang sebelumnya menghabiskan dua dekade bersama Red Bull Racing, baru kurang dari satu tahun menjabat di Audi. Pengunduran dirinya disebut berkaitan dengan alasan pribadi dan berlaku segera.

Dalam wawancara eksklusif di sela akhir pekan balapan di Suzuka, Binotto mengungkapkan bahwa perubahan ini terjadi begitu cepat. “Ini terjadi sangat cepat, sangat tidak terduga bagi seluruh tim. Ini benar-benar kepergian yang mendadak, perubahan yang tiba-tiba,” ujar Binotto, dikutip F1.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah Wheatley menyampaikan kepada manajemen bahwa dirinya tidak dapat berkomitmen untuk jangka panjang.

“Ia telah berbicara dengan CEO dan dewan tim, menyampaikan bahwa ia tidak bisa berkomitmen dalam jangka panjang karena alasan pribadi yang tidak bisa kami nilai atau komentari,” ungkapnya.

Kepergian ini terjadi di momen krusial, tepat setelah Audi menjalani dua Grand Prix pertamanya sebagai konstruktor penuh di Formula 1, usai mengambil alih operasi Sauber dan membangun fasilitas mesin baru.

Struktur kepemimpinan sebelumnya mengandalkan sistem ganda, di mana Binotto memimpin proyek secara keseluruhan termasuk pengembangan sasis dan unit tenaga, sementara Wheatley bertanggung jawab atas operasional tim di lintasan.

Kini, dengan kekosongan posisi tersebut, Binotto harus mengambil alih sementara tugas di sisi balapan, meskipun ia menegaskan hal itu bukan solusi jangka panjang.

“Melihat kekuatan dan peran yang ia jalankan, kami perlu mengisi kekosongan itu. Saya tidak bisa terus menambah tanggung jawab untuk diri saya sendiri,” katanya.

Binotto menegaskan bahwa Audi akan segera mencari sosok baru untuk mengisi posisi penting tersebut, agar ia bisa kembali fokus pada pengembangan tim di pabrik.

“Fokus utama saya ada di basis pabrik, di mana kami harus mentransformasi tim dan mengembangkan mobil serta powertrain. Kami membutuhkan seseorang untuk mendukung tim saat akhir pekan balapan," terangnya.

Meski diterpa perubahan besar, Binotto memastikan bahwa arah dan ambisi tim tidak berubah. Audi tetap menargetkan menjadi penantang gelar juara dunia pada 2030. “Kami fokus pada masa depan. Melihat ke belakang tidak ada gunanya. Ini adalah kerja tim, bukan tentang individu,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Mattia Binotto #formula 1 #Jonathan Wheatley #audi #f1