RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Red Bull, Max Verstappen mengakui bahwa timnya belum menemukan performa ideal menjelang akhir pekan Grand Prix Jepang. Ia menegaskan tidak realistis mengharapkan perbaikan drastis dalam waktu singkat setelah sesi latihan bebas yang mengecewakan.
Tim Red Bull Racing mengalami awal musim yang sulit, dengan masalah pada keseimbangan mobil dan keandalan yang belum teratasi. Verstappen dan rekan setimnya, Isack Hadjar, sama-sama kesulitan mengendalikan mobil dalam dua sesi latihan di Sirkuit Suzuka.
Performa buruk ini melanjutkan tren negatif sejak awal musim. Red Bull baru mengoleksi 12 poin setelah Hadjar gagal finis di Australia dan Verstappen harus menghentikan balapannya di China akibat masalah pendinginan ERS.
Dalam evaluasinya, Verstappen tidak menutupi rasa frustrasinya. “Tidak terlalu bagus, sejujurnya, kurang keseimbangan, grip, dua kondisi berbeda dari FP1 ke FP2, dan keduanya tidak bagus,” ujar Verstappen, Jumat (27/3/2026), dikutip F1.
Ia menambahkan bahwa setiap upaya perbaikan justru memunculkan masalah baru. “Kami mencoba memperbaiki satu hal, tapi muncul hal lain. Kami tidak pernah menemukan keseimbangan yang tepat,” ujarnya.
Meski Red Bull membawa sejumlah pembaruan, termasuk desain sidepod yang lebih ramping, hasilnya belum sesuai harapan. Verstappen menegaskan bahwa proses perbaikan membutuhkan waktu. “Saya tidak mengharapkan keajaiban dalam semalam. Kami perlu memahami masalah kami lebih dalam dan dari mana asalnya,” katanya.
Pada sesi latihan Jumat (27/3/2026), Verstappen masih mampu menembus 10 besar, finis di posisi ketujuh dan kesepuluh. Namun, Hadjar tertinggal dan keduanya kerap mengalami oversteer yang membuat mobil sulit dikendalikan.
Kepala insinyur tim, Paul Monaghan, mengakui performa saat ini belum memenuhi standar tim. Namun, ia tetap optimistis ada peluang perbaikan sebelum sesi kualifikasi.
“Kami telah mengidentifikasi beberapa masalah, itu hal yang positif karena berarti ada peluang untuk memperbaikinya,” jelas Monaghan.
“Sekarang tantangannya adalah bagaimana memperbaikinya. Apakah kami bisa memahami, memperbaiki, dan kembali tampil cepat besok? Itu tantangan besar bagi kami," tambahnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi