RADARBANYUWANGI.ID - Keputusan Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool akhirnya menjadi kenyataan yang selama ini telah diperkirakan banyak pihak.
Pada Selasa lalu, bintang asal Mesir itu mengumumkan akan mengakhiri masa baktinya di Anfield dengan status bebas transfer di penghujung musim.
Meski sempat memperpanjang kontrak berdurasi dua tahun pada musim panas lalu, perjalanan Salah musim ini tidak berjalan mulus.
Penurunan performa, berkurangnya menit bermain, hingga hubungan yang merenggang dengan pelatih Arne Slot membuat sang winger merasa tidak lagi mendapatkan peran yang semestinya.
Namun demikian, semua dinamika tersebut tidak menghapus fakta bahwa Salah telah mengukir namanya sebagai salah satu legenda terbesar Liverpool sepanjang masa.
Warisan Besar Sang Raja Mesir
Sejak bergabung pada 2017, Salah menjelma menjadi ikon klub. Dalam 435 penampilan, ia mencetak 255 gol, menempatkannya di posisi ketiga daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool.
Baca Juga: SNBT 2026, Kelas XII Wajib Tahu Jadwal dan Apa Saja Aturan Terbaru
Tak hanya itu, kontribusinya juga krusial dalam menghadirkan berbagai trofi prestisius, termasuk dua gelar Liga Inggris dan satu trofi UEFA Champions League musim 2018-2019.
Secara individu, Salah juga meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti tiga kali PFA Player of the Year, dua kali Player of the Season, serta empat Golden Boot Liga Inggris.
Kontroversi Puskas Award 2018
Salah pernah memenangkan FIFA Puskás Award 2018 lewat golnya ke gawang Everton. Gol tersebut memang indah, tetapi memicu perdebatan luas.
Banyak pengamat dan penggemar menilai bahwa gol tersebut bahkan bukan yang terbaik dari Salah pada musim 2017-2018. Bahkan rekan setimnya saat itu, James Milner, sempat berseloroh di media sosial,
“Selamat Mo Salah untuk gol terbaik ke-7 musim lalu yang jadi gol terbaik tahun ini.”
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, ASDP Prioritaskan Motor dan Angkutan Umum di Ketapang
Komentar tersebut mencerminkan betapa tingginya standar kualitas gol yang dimiliki Salah.
6 Gol Salah yang Dinilai Lebih Indah dari Puskas
Berikut enam gol spektakuler Salah yang dinilai lebih layak masuk nominasi Puskas.
Baca Juga: Penerimaan Polri 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar, Syarat Lengkap, dan Jadwal Seleksinya
1. Vs Southampton (2017)
Gol jarak jauh dengan akurasi tinggi yang meluncur ke sudut gawang, mirip gol Puskas, namun dari jarak lebih jauh.
2. Vs Stoke City (2017)
Menyambut umpan cungkil Sadio Mane dengan tendangan voli keras yang tak terbendung.
3. Vs Manchester City (2018)
Lob berani dari jarak sekitar 35 yard dalam laga klasik yang berakhir 4-3, salah satu gol paling ikonik di Premier League musim itu.
4. Vs Tottenham (2018)
Aksi individu luar biasa melewati empat pemain sebelum mencetak gol dramatis di menit akhir.
5. Vs Watford (2018)
Salah mencetak empat gol dalam satu laga, termasuk satu gol brilian setelah melewati banyak pemain lawan dengan teknik tinggi.
Baca Juga: Bos SPPG Joget Viral, Klaim Rp6 Juta Sehari Berujung Disanksi BGN
6. Vs AS Roma (2018)
Gol melengkung sempurna di semifinal Liga Champions, dipadukan dengan performa total: dua gol dan dua assist.
Lebih dari Sekadar Statistik
Terlepas dari perdebatan soal gol terbaik, satu hal yang tak terbantahkan adalah kualitas luar biasa Salah selama berseragam Liverpool. Ia bukan hanya mesin gol, tetapi juga simbol era kejayaan klub dalam satu dekade terakhir.
Kepergiannya mungkin meninggalkan lubang besar di skuad, namun warisannya akan terus hidup di Anfield. Satu hal yang pasti, Mohamed Salah bukan sekadar pemain hebat, ia adalah legenda. (*)
Editor : Niklaas Andries