Kontroversi Ligue 1! Jadwal Lens vs PSG Diundur Demi Liga Champions, Klub Rival Murka

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 27 Maret 2026 | 08:34 WIB
DITUNDA: Laga Lens vs PSG ditunda demi alasan Liga Champions tuai kontroversi di Ligue 1 (Paris Saint Germain)
DITUNDA: Laga Lens vs PSG ditunda demi alasan Liga Champions tuai kontroversi di Ligue 1 (Paris Saint Germain)

RADARBANYUWANGI.ID - Ligue 1 resmi menunda laga krusial perebutan gelar antara Lens dan Paris Saint-Germain demi memberikan waktu persiapan lebih bagi PSG menghadapi perempat final Liga Champions UEFA melawan Liverpool.

Awalnya dijadwalkan pada 11 April, pertandingan tersebut berbenturan dengan dua leg perempat final PSG, tiga hari sebelum dan sesudah laga kontra Liverpool. Kini, duel tersebut dipindahkan ke 13 Mei, di antara dua pekan terakhir kompetisi domestik.

Dampak pada Perebutan Gelar

Baca Juga: SNBT 2026, Kelas XII Wajib Tahu Jadwal dan Apa Saja Aturan Terbaru

Penundaan ini terjadi di tengah ketatnya persaingan juara Ligue 1. Lens hanya terpaut satu poin dari PSG, meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Selain itu, laga Strasbourg melawan Brest yang semula dijadwalkan 12 April juga ditunda karena bentrok dengan jadwal Strasbourg di perempat final UEFA Conference League menghadapi klub Bundesliga, Mainz.

Baca Juga: Facebook Luncurkan Creator Fast Track, Kreator Bisa Raup Hingga Rp 50 Juta per Bulan

Alasan Resmi LFP

Penyelenggara liga, Ligue de Football Professionnel (LFP), menyatakan keputusan ini diambil secara bulat oleh dewan direksi demi kepentingan sepak bola Prancis secara keseluruhan.

Menurut LFP, langkah ini bertujuan menjaga posisi Prancis di peringkat koefisien UEFA agar tetap berada di lima besar, yang memungkinkan empat klub tampil di Liga Champions.

Protes Keras dari Lens

Namun, keputusan tersebut memicu kemarahan dari pihak Lens. Klub tersebut menilai Ligue 1 “dikorbankan” demi ambisi Eropa segelintir pihak.

Presiden Lens, Joseph Oughourlian, bahkan mengaku tidak terkejut dengan keputusan tersebut.

Direktur klub, Benjamin Parrot, mempertanyakan apakah permintaan PSG akan dipenuhi jika situasi klasemen berbeda.

“Jika PSG unggul 15 poin, mungkin mereka cukup merotasi pemain. Liga lain seperti Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman tidak beroperasi seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga: Pasca Lebaran, Harga Daging Ayam di Banyuwangi Masih Tinggi, Tembus Rp 40 Ribu per Kg

Jadwal Padat yang Dinilai Tidak Adil

Lens juga menghadapi jadwal berat dengan tiga pertandingan dalam delapan hari pada periode 17–24 April, termasuk laga Ligue 1 dan semifinal Piala Prancis.

Meski demikian, mereka menegaskan tidak akan meminta perubahan jadwal, meskipun merasa dirugikan.

Baca Juga: BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026, 122 Ribu MBR Sudah Miliki Rumah

“Kami akan menjalani semua pertandingan, tetapi tanpa kedalaman skuad yang sama. Ini tidak adil,” tegas Parrot.

PSG: Demi Kepentingan Nasional

Di sisi lain, penasihat PSG Luis Campos menilai keputusan ini penting, tidak hanya bagi klubnya, tetapi juga untuk sepak bola Prancis secara keseluruhan.

“Ini bukan hanya keuntungan untuk PSG, tetapi juga untuk Prancis. Kami ingin berada dalam kondisi terbaik untuk mewakili negara di kompetisi Eropa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koefisien UEFA, yang menentukan jumlah slot klub di kompetisi Eropa. Saat ini, posisi Prancis di peringkat lima masih terancam oleh Portugal.

Kontroversi yang Belum Usai

Keputusan ini menambah daftar panjang kontroversi dalam pengelolaan kompetisi domestik, terutama ketika kepentingan klub di Eropa berbenturan dengan integritas liga lokal.

Kini, sorotan tertuju pada bagaimana dampak keputusan ini terhadap persaingan gelar Ligue 1, dan apakah langkah serupa akan terus terjadi di masa depan. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
ligue 1 Paris Saint Germain Lens Liverpool liga champions