RADARBANYUWANGI.ID - Tim Formula 1 Williams Racing bersiap memanfaatkan jeda panjang selama April untuk melakukan evaluasi menyeluruh setelah awal musim 2026 yang dinilai kurang memuaskan. Team Principal James Vowles menegaskan bahwa setiap waktu yang tersedia akan digunakan secara maksimal demi meningkatkan performa tim.
Perubahan kalender balapan membuat tidak adanya seri pada April, setelah keputusan untuk tidak menggelar Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi pada bulan tersebut. Kondisi ini menciptakan jeda sekitar lima minggu antara Grand Prix Jepang akhir pekan ini dan Grand Prix Miami awal Mei.
Vowles menyebut jeda ini sebagai kesempatan krusial untuk membawa tim kembali kompetitif. “Setiap jam dalam jeda itu kami butuhkan untuk membawa kami kembali ke posisi yang lebih baik saat kembali di Miami,” ujarnya dalam sebuah video resmi tim.
Ia mengakui bahwa Williams belum memulai musim sesuai target. Fokus utama tim selama jeda adalah mengevaluasi aspek teknis yang masih bisa diperbaiki, terutama terkait bobot mobil yang menjadi salah satu kendala utama sejauh ini.
“Jelas kami tidak memulai musim seperti yang kami inginkan, jadi periode ini adalah tentang meninjau apa yang benar-benar bisa kami ubah,” lanjut Vowles.
“Bukan rahasia lagi bahwa mobil kami kelebihan berat, pengembangan akan difokuskan untuk mengurangi massa mobil secara tepat.”
Sebelumnya, Williams menghadapi pramusim yang sulit akibat keterlambatan program mobil FW48, yang membuat mereka absen dari sesi shakedown di Barcelona. Meski demikian, tim berhasil kembali mengikuti dua tes pramusim di Bahrain pada Februari.
Sejauh ini, Williams baru mengumpulkan dua poin melalui finis posisi kesembilan yang diraih Carlos Sainz di Grand Prix China. Hasil tersebut menjadi dasar evaluasi bagi tim untuk meningkatkan kinerja di seri-seri berikutnya.
Selain pengembangan teknis, Williams juga akan memperkuat aspek operasional selama jeda. Para pembalap dijadwalkan kembali ke Inggris untuk menjalani sesi simulator intensif setiap hari, sementara kru tim akan meningkatkan latihan pit stop.
“Kami akan menjalankan simulator hampir setiap hari, dan juga melakukan latihan pit stop sebanyak mungkin. Ini tentang memilih aktivitas yang memberi dampak paling besar,” jelas Vowles.
Editor : Lugas Rumpakaadi