RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah penting dengan meraih podium di ajang Moto3 Brasil 2026 setelah melakukan manuver krusial pada lap terakhir. Aksi tersebut sekaligus menggagalkan peluang podium pembalap Spanyol, Alvaro Carpe.
Balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Ayrton Senna itu menghadirkan persaingan ketat sejak awal. Carpe yang memulai lomba dari posisi ke-10 berhasil merangsek naik hingga ke barisan depan dan sempat bertahan di posisi tiga besar hingga lap terakhir.
Namun, momentum berubah ketika Veda melakukan manuver agresif di tikungan penentu. Carpe tak mampu membalas, sehingga harus puas finis di posisi keempat.
“Saya senang dengan hasil akhir setelah akhir pekan yang sulit. Namun red flag tidak membawa dampak baik bagi kami,” ujar Carpe.
Ia menambahkan, “Setelah start ulang, kami memakai ban soft, dan saya merasa tidak nyaman. Tetapi secara keseluruhan akhir pekan ini begitu positif.”
Hasil ini menjadi kali kedua bagi Carpe finis di posisi keempat pada musim 2026. Sebelumnya, ia juga menempati posisi serupa di seri pembuka Thailand.
Sementara itu, Veda menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah finis kelima di Thailand, pembalap berusia 17 tahun tersebut mampu menembus podium di Brasil, pencapaian bersejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di Grand Prix balap motor.
“Kini saya tahu bahwa saya mampu bertarung di baris depan. Jadi, saya mau lebih,” kata Veda.
Mantan pembalap nasional, Doni Tata Pradita, menilai kekuatan mental menjadi faktor pembeda dalam performa Veda.
“Kalau saya lihat dari mentalnya, dia sangat percaya diri. Saat balapan berani fight dan punya fighting spirit yang bagus,” ujarnya.
Menurut Doni, keberanian Veda menyerang di lap terakhir menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pembalap seusianya. Selain itu, kemampuan adaptasi terhadap lintasan baru juga menjadi nilai tambah.
“Dia cepat adaptasi dengan sirkuit internasional karena prosesnya sudah benar,” kata Doni.
Setelah sukses di Brasil, Veda kini menatap seri berikutnya di Circuit of the Americas, Amerika Serikat. Sama seperti Brasil, lintasan tersebut juga baru bagi dirinya.
“Sirkuit itu baru bagi saya. Namun, saya akan terus belajar dan melakukan yang terbaik,” ujar Veda.
Dengan bekal kepercayaan diri dari dua seri awal, Veda optimistis mampu kembali bersaing di barisan depan. Saat ini, ia menempati posisi ketiga klasemen sementara, unggul satu poin dari Carpe yang berada di peringkat keempat.
Keberhasilan di Brasil bukan hanya soal podium, tetapi juga sinyal kuat bahwa pembalap Indonesia kini mampu bersaing di level dunia. Konsistensi performa di seri-seri berikutnya akan menjadi penentu langkah Veda menuju jenjang yang lebih tinggi.
Editor : Lugas Rumpakaadi