RADARBANYUWANGI.ID - Nama Mohamed Salah bukan sekadar pemain sepak bola. Ia adalah simbol perjuangan, konsistensi, dan kesuksesan global dari seorang anak desa di Mesir yang menjelma menjadi legenda dunia.
Kini, di penghujung musim 2025/2026, kisah panjangnya bersama Liverpool FC akan mencapai titik akhir—menutup satu era emas di Anfield.
Dari Basyoun ke Panggung Dunia
Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly lahir pada 15 Juni 1992 di Basyoun, Mesir. Dari usia muda, bakat sepak bolanya sudah terlihat.
Dengan tinggi sekitar 175 cm dan posisi utama sebagai winger kanan, Salah dikenal memiliki kecepatan luar biasa serta kaki kiri mematikan.
Perjalanan kariernya dimulai dari klub lokal Al-Mokawloon pada 2010. Di sinilah ia mencatat debut profesional sebelum menarik perhatian klub-klub Eropa.
Meniti Karier di Eropa
Langkah besar pertama Salah datang saat bergabung dengan FC Basel pada 2012. Bersama klub Swiss itu, ia meraih gelar liga dan mulai dikenal di kompetisi Eropa.
Kariernya kemudian berlanjut ke Chelsea FC pada 2014. Namun, di klub London tersebut, ia kesulitan mendapatkan menit bermain.
Salah kemudian menjalani masa peminjaman ke ACF Fiorentina dan AS Roma. Di Roma, performanya mulai meledak dengan kontribusi gol dan assist yang signifikan.
Puncak Karier di Liverpool
Titik balik karier Salah terjadi saat bergabung dengan Liverpool FC pada 2017.
Didatangkan dengan nilai sekitar £36 juta, ia langsung mencuri perhatian dunia. Musim debutnya, 2017/2018, menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah Premier League dengan torehan 32 gol.
Selama hampir satu dekade di Anfield, Salah mencatatkan:
- ±435 pertandingan
- ±255 gol
- Salah satu top skor sepanjang masa klub
Ia juga menjadi pilar utama dalam kesuksesan Liverpool meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk Liga Champions dan Premier League.
Deretan Prestasi Bergengsi
Bersama Liverpool, Salah meraih:
- Premier League (2 kali)
- Liga Champions
- FA Cup
- EFL Cup
- UEFA Super Cup
- FIFA Club World Cup
Secara individu, ia mengoleksi:
- Premier League Golden Boot (4 kali)
- PFA Player of the Year (3 kali)
- FIFA Puskás Award 2018
- African Footballer of the Year
Namanya juga kerap masuk jajaran pemain terbaik dunia dalam nominasi Ballon d’Or.
Pilar Timnas Mesir
Di level internasional, Mohamed Salah menjadi tulang punggung timnas Mesir sejak debut pada 2011.
Ia dipercaya sebagai kapten sejak 2019 dan telah mencetak lebih dari 50 gol internasional.
Salah membawa Mesir ke:
- Final Piala Afrika 2017 dan 2021
- Piala Dunia 2018
Gaya Bermain yang Mematikan
Salah dikenal sebagai winger modern dengan karakteristik khas:
- Kecepatan tinggi
- Dribel eksplosif
- Finishing akurat dengan kaki kiri
- Kemampuan cut inside dari sisi kanan
Gaya bermainnya menjadikannya salah satu winger paling produktif dalam sejarah sepak bola Inggris.
Julukan “Egyptian King”
Di kalangan fans Liverpool FC, Salah mendapat julukan “Egyptian King”.
Ia juga membentuk trio legendaris bersama Sadio Mané dan Roberto Firmino yang menjadi mesin gol Liverpool dalam beberapa musim.
Tak hanya di lapangan, Salah juga menjadi ikon global dan inspirasi bagi dunia Arab serta Afrika.
Akhir Era di Anfield
Pada 2026, Salah resmi mengumumkan akan meninggalkan Liverpool di akhir musim, meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2027.
Keputusan ini diambil secara bersama antara pemain dan klub, menandai akhir dari salah satu era paling gemilang dalam sejarah modern Liverpool.
Spekulasi Masa Depan
Sejumlah rumor menyebut Salah berpotensi melanjutkan karier ke Liga Arab Saudi atau klub besar Eropa lainnya.
Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait destinasi berikutnya.
Warisan Seorang Legenda
Perjalanan Mohamed Salah dari desa kecil di Mesir hingga menjadi ikon global adalah kisah inspiratif yang jarang terjadi.
Ia bukan hanya mesin gol, tetapi juga simbol kerja keras, ketekunan, dan dedikasi.
Bagi fans Liverpool, Salah akan selalu menjadi legenda—seorang pemain yang menghidupkan kembali kejayaan klub dan meninggalkan warisan abadi di Anfield.
“You’ll Never Walk Alone” kini bukan sekadar lagu, melainkan pengingat bahwa nama Mohamed Salah akan selalu menjadi bagian dari sejarah besar Liverpool. (*)
Editor : Ali Sodiqin