Setelah bermain imbang tanpa gol pada leg pertama di Selhurst Park, duel ini masih sepenuhnya terbuka. Tuan rumah bahkan mengincar kejutan besar dengan menyingkirkan wakil Premier League tersebut.
Pada pertemuan pertama, Crystal Palace sebenarnya mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola lebih dari 70 persen dan 13 percobaan tembakan. Namun, tim asuhan Oliver Glasner gagal memaksimalkan peluang menjadi gol.
Masalah penyelesaian akhir kembali terlihat saat mereka hanya bermain imbang 0-0 melawan Leeds United yang bermain dengan 10 orang.
Bahkan, Palace mencatat rekor negatif sebagai tim Premier League pertama yang gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran melawan lawan yang kehilangan pemain sejak babak pertama.
Meski demikian, posisi mereka di liga domestik relatif aman, dengan keunggulan 10 poin dari zona degradasi. Hal ini memberi ruang bagi Palace untuk lebih fokus pada ambisi di kompetisi Eropa.
Glasner sendiri, yang pernah membawa Eintracht Frankfurt menjuarai Liga Europa 2022, dipastikan akan meninggalkan klub di akhir musim. Ia pun berambisi menutup masa jabatannya dengan pencapaian manis.
Larnaca Percaya Diri
Baca Juga: Skema TBB Kemenhub Picu Kemacetan di Ketapang Banyuwangi, Antrean Kendaraan Mengular hingga 1 Km
Di sisi lain, AEK Larnaca tampil solid sepanjang turnamen. Di bawah pelatih baru Javi Rozada, mereka belum terkalahkan di Conference League musim ini.
Tim berjuluk Yellow-Greens itu mencatat tiga kemenangan dan empat hasil imbang, sekaligus menjadi salah satu dari dua tim, bersama Strasbourg, yang belum tersentuh kekalahan.
Kekuatan utama mereka terletak pada lini pertahanan yang sangat disiplin. Larnaca baru kebobolan satu gol sepanjang kompetisi, yakni gol penyeimbang di menit akhir saat melawan BK Hacken.
Momentum positif juga datang dari kemenangan 2-0 atas Ethnikos Achna di liga domestik, yang meningkatkan kepercayaan diri mereka jelang laga terbesar musim ini.
Kabar Tim
Larnaca harus menghadapi sejumlah masalah cedera. Jorge Miramon dipastikan absen, bersama beberapa pemain lain seperti Valentin Roberge, Youssef Amyn, Giorgos Naoum, dan Jimmy Suarez.
Sebagai pengganti, Petros Ioannu diperkirakan mengisi posisi wing-back kanan, sementara Angel Garcia berpeluang kembali tampil di sisi kiri pertahanan.
Di lini depan, Riad Bajic menjadi andalan setelah mencetak dua gol di kompetisi ini, termasuk gol penting saat mengalahkan Palace di fase liga.
Sementara itu, Crystal Palace masih tanpa Eddie Nketiah dan Cheick Doucoure yang cedera. Kondisi Dean Henderson dan Daniel Munoz masih diragukan, meski Henderson berpeluang tampil sebagai starter.
Di lini serang, Jean-Philippe Mateta akan bersaing dengan Jorgen Strand Larsen, dengan nama terakhir lebih difavoritkan untuk memimpin lini depan.
Perkiraan Susunan Pemain
Baca Juga: TBB di Pelabuhan Ketapang Picu Antrean Panjang, Gapasdap Banyuwangi Soroti Minimnya Dermaga
AEK Larnaca: Alomerovic; Ioannu, Milicevic, Saborit, Ekpolo, Garcia; Rohden, Ledes, Pons, Ivanovic; Bajic
Crystal Palace: Henderson; Richards, Lacroix, Canvot; Johnson, Kamada, Wharton, Mitchell; Sarr, Guessand; Strand Larsen
Prediksi Skor: AEK Larnaca 0-1 Crystal Palace (Palace lolos agregat 1-0)
Pertandingan diperkirakan kembali berlangsung ketat dengan skor rendah. Larnaca memiliki kepercayaan diri tinggi berkat rekor tak terkalahkan, tetapi kualitas individu pemain Palace bisa menjadi pembeda.
Dengan segalanya masih terbuka, laga ini berpotensi menjadi salah satu duel paling dramatis di Conference League musim ini. Ketenangan dan efektivitas akan menjadi kunci utama dalam perebutan tiket perempat final. (*)
Editor : Niklaas Andries