Bermain di Etihad Stadium, pasukan Pep Guardiola berusaha keras membalikkan ketertinggalan agregat 0-3 dari leg pertama di Santiago Bernabeu. Meski tampil dengan determinasi tinggi, City akhirnya harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah 1-2 pada leg kedua, sehingga tersingkir dengan agregat telak 1-5.
Secara statistik, Manchester City tampil dominan dengan mencatatkan 22 tembakan ke arah gawang. Namun, perjuangan mereka menjadi semakin berat setelah harus bermain dengan 10 pemain di sebagian besar pertandingan.
Kapten tim, Bernardo Silva, diusir keluar lapangan setelah melakukan handball yang menghentikan peluang Vinícius Júnior. Insiden tersebut berujung penalti yang sukses dikonversi Vinícius pada menit ke-22 untuk membuka keunggulan Real Madrid.
City sempat melihat secercah harapan ketika Erling Haaland mencetak gol penyama kedudukan. Namun, kegigihan Real Madrid kembali membuahkan hasil.
Vinícius Júnior, yang sebelumnya sempat menyia-nyiakan beberapa peluang, akhirnya memastikan kemenangan timnya lewat gol kedua yang mematikan.
Kekalahan ini menambah catatan pahit bagi Manchester City, yang kini empat kali tersingkir oleh Real Madrid dalam lima musim terakhir di Liga Champions.
Meski menunjukkan semangat juang tinggi, terutama saat bermain dengan 10 pemain, hasil ini tetap menjadi pukulan telak bagi The Citizens. Penampilan kurang maksimal di leg pertama, khususnya di babak pertama, kini menjadi penyesalan besar yang harus mereka tanggung. (*)
Editor : Niklaas Andries