Klub asal Portugal itu sebelumnya berada di ambang eliminasi usai dihajar 0-3 pada leg pertama yang digelar di kawasan Lingkar Arktik pekan lalu. Namun, mereka bangkit secara luar biasa pada leg kedua di Estadio Jose Alvalade, Selasa waktu setempat.
Dalam laga penuh tensi tersebut, Sporting tampil dominan dan sukses menang telak 5-0 setelah melalui babak perpanjangan waktu. Hasil ini sekaligus memastikan mereka melaju ke perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 1982-1983.
Kebangkitan Sporting dimulai pada menit ke-34 lewat sundulan bek Gonçalo Inácio yang memanfaatkan situasi sepak pojok. Gol tersebut menjadi titik balik yang membakar semangat tuan rumah.
Memasuki babak kedua, tekanan Sporting semakin intens. Pedro Gonçalves mencetak gol pada menit ke-61 setelah menerima umpan matang dari Luis Suarez, sebelum Suarez sendiri menyamakan agregat menjadi 3-3 lewat eksekusi penalti pada menit ke-78.
Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan. Sporting tidak menyia-nyiakan momentum. Maximiliano Araujo langsung mencetak gol hanya dua menit setelah extra time dimulai, membawa timnya unggul untuk pertama kalinya dalam agregat.
Penderitaan Bodo/Glimt kian lengkap setelah Rafael Nel menambah gol kelima di masa injury time, memastikan kemenangan telak sekaligus mengunci tiket ke delapan besar.
Kemenangan ini menjadikan Sporting sebagai tim kelima dalam sejarah Liga Champions yang mampu membalikkan ketertinggalan tiga gol di leg pertama pada fase gugur, sebuah pencapaian yang menegaskan mental baja dan determinasi tinggi mereka di panggung Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries