Tim berjuluk The Reds datang ke pertandingan ini dengan misi membalikkan ketertinggalan agregat setelah kalah 0-1 pada leg pertama di Istanbul. Gol cepat dari gelandang Galatasaray, Mario Lemina, menjadi penentu kemenangan wakil Turki tersebut.
Hasil itu juga mengulang kekalahan Liverpool dengan skor yang sama di stadion yang sama pada fase liga enam bulan sebelumnya.
Tekanan Besar untuk Arne Slot
Pelatih Liverpool, Arne Slot, gagal merayakan pertandingan ke-100-nya sebagai pelatih The Reds dengan hasil positif pada leg pertama. Meski demikian, ia yakin timnya mampu tampil jauh lebih baik di Anfield.
Slot juga berharap atmosfer Anfield bisa memberikan tekanan besar bagi Galatasaray, sebagaimana dukungan fanatik yang dirasakan Liverpool saat bermain di Turki pekan lalu.
Liverpool sendiri tersingkir di babak 16 besar musim lalu oleh Paris Saint-Germain. Jika kembali gagal di fase yang sama musim ini, tekanan terhadap Slot dipastikan akan semakin meningkat.
Performa Liverpool dalam beberapa pekan terakhir juga belum konsisten. Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Situasi semakin sulit setelah mereka hanya bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Premier League. Gol penyama kedudukan menit ke-90 dari mantan striker Everton, Richarlison, membuat Liverpool tertahan di posisi kelima klasemen.
Dengan delapan laga tersisa, The Reds kini tertinggal dua poin dari Aston Villa FC yang berada di posisi keempat.
Anfield Jadi Modal Liverpool
Meski performa sedang naik turun, Liverpool masih memiliki catatan kandang yang impresif di kompetisi Eropa. Mereka memenangkan 15 dari 19 pertandingan terakhir di Anfield dalam ajang UEFA.
Selain itu, Liverpool juga memenangi lima dari enam laga kandang terakhir melawan klub Turki di kompetisi Eropa, bahkan mencatat lima clean sheet dalam periode tersebut.
Secara historis, Liverpool juga cukup sering bangkit setelah kalah 0-1 di leg pertama. Dari 13 kesempatan di kompetisi Eropa, mereka berhasil membalikkan keadaan sebanyak sembilan kali.
Namun statistik lain menunjukkan tantangan berat. Dalam 16 duel dua leg UEFA setelah kalah di leg pertama di kandang lawan, Liverpool tersingkir sebanyak 11 kali.
Galatasaray Punya Peluang Ciptakan Kejutan
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, tetap menganggap Liverpool sebagai favorit. Namun ia sadar timnya berada dalam posisi yang sangat baik untuk melaju ke perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2012–2013.
Galatasaray sendiri lolos ke babak ini setelah menyingkirkan Juventus FC di babak playoff fase gugur, meski sebelumnya hanya finis di posisi ke-20 fase liga.
Secara statistik, klub berjuluk Cimbom cukup tangguh dalam duel dua leg. Mereka berhasil lolos dalam 14 dari 17 kesempatan di kompetisi UEFA setelah memenangkan leg pertama di kandang.
Namun rekor tandang mereka di Liga Champions sangat mengkhawatirkan. Galatasaray kalah dalam 19 dari 23 laga tandang terakhir di kompetisi ini.
Mereka juga hanya meraih satu kemenangan dari 12 kunjungan terakhir ke Inggris, yakni saat menundukkan Manchester United 3-2 pada fase grup Liga Champions 2023–2024.
Masalah lain yang kerap menghantui Galatasaray adalah lini pertahanan. Dalam 33 pertandingan terakhir di kompetisi UEFA, mereka hanya mencatat tiga clean sheet. Menariknya, dua di antaranya justru terjadi saat menghadapi Liverpool musim ini.
Di sisi lain, Galatasaray datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 3-0 atas Istanbul Basaksehir FK di Turkish Super Lig. Kemenangan tersebut membuat mereka unggul tujuh poin di puncak klasemen dengan 10 pertandingan tersisa.
Kondisi Skuad
Liverpool masih kehilangan beberapa pemain penting yang cedera, termasuk Alexander Isak, Giovanni Leoni, Conor Bradley, dan Wataru Endo.
Beberapa pemain utama seperti Mohamed Salah, Hugo Ekitike, dan Ibrahima Konate yang sebelumnya hanya menjadi pemain pengganti diperkirakan akan kembali masuk ke dalam susunan starter.
Gelandang kreatif Florian Wirtz kemungkinan dimainkan di sisi sayap, sementara Dominik Szoboszlai yang telah mencetak empat gol di Liga Champions musim ini tetap berperan sebagai playmaker utama.
Di kubu Galatasaray, beberapa pemain tidak dapat tampil seperti Enes Buyuk yang cedera bahu serta Metehan Baltaci, Gokdeniz Gurpuz, dan Renato Nhaga yang tidak masuk daftar skuad Liga Champions.
Bek Davinson Sanchez juga absen karena hukuman suspensi.
Di lini depan, penyerang tajam Victor Osimhen menjadi tumpuan utama. Striker asal Nigeria itu telah mencetak 19 gol di semua kompetisi musim ini, termasuk tujuh gol di Liga Champions.
Prediksi Susunan Pemain
Liverpool: Alisson; Frimpong, Konate, Van Dijk, Kerkez; Mac Allister, Gravenberch; Salah, Szoboszlai, Wirtz; Ekitike
Galatasaray: Cakir; Sallai, Singo, Bardakci, Jakobs; Torreira, Lemina; Yilmaz, Sara, Lang; Osimhen
Prediksi Skor: Liverpool 3-1 Galatasaray (setelah perpanjangan waktu) Agregat: Liverpool lolos 3-2 ke perempat final Liga Champions.
Meski Galatasaray memiliki kepercayaan diri tinggi setelah dua kemenangan atas Liverpool musim ini tanpa kebobolan, rekor tandang mereka di Liga Champions tetap menjadi kelemahan utama.
Atmosfer Anfield dan pengalaman Liverpool di kompetisi Eropa diyakini akan menjadi faktor pembeda. (*)
Editor : Niklaas Andries