RADARBANYUWANGI.ID - Debut pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama di kelas Moto3 langsung mencuri perhatian dunia balap motor. Tampil pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit International Chang, Buriram, Thailand, Veda menunjukkan performa yang kompetitif meski berstatus rookie.
Pembalap berusia 17 tahun yang memperkuat Honda Team Asia tersebut mampu tampil konsisten sejak awal akhir pekan balap. Ia bahkan sukses menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) tanpa harus melalui Q1, sebelum akhirnya mengamankan posisi start kelima.
Pada balapan utama, mentalitas pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tetap terjaga meski harus bersaing dengan para pembalap yang jauh lebih berpengalaman. Veda bahkan sempat merangsek ke posisi ketiga sebelum akhirnya finis di peringkat kelima.
Meski gagal meraih podium, hasil tersebut dianggap sangat impresif untuk seorang debutan di kelas Moto3. Penampilannya pun menuai banyak pujian dari berbagai kalangan, termasuk pembalap MotoGP.
Juara Dunia MotoGP 2020, Joan Mir, menilai Veda memiliki fondasi yang kuat sebagai pembalap muda yang berkembang melalui jalur pembinaan yang tepat.
“Bakatnya sangat, sangat bagus, jadi saya harap dia bisa menjaga konsistensi. Jangan terlalu khawatir soal hasil jangka pendek, kumpulkan poin dan pengalaman,” ujar Mir.
Mir juga mengingatkan bahwa perjalanan di ajang balap dunia tidak selalu mudah. Ia berharap Veda tetap membumi dan terus bekerja keras agar mampu bersaing hingga akhir musim.
Apresiasi serupa juga datang dari pembalap MotoGP lainnya, Luca Marini, yang menilai hasil lima besar dalam debut Moto3 merupakan pencapaian luar biasa.
Menurut Marini, Veda memiliki potensi besar, namun perjalanan menuju kelas utama MotoGP masih panjang dan penuh tantangan.
“Perjalanan menuju MotoGP masih panjang. Tantangan di Moto2 nantinya akan jauh lebih sulit, jadi dia perlu terus berkembang,” kata Marini.
Penampilan impresif Veda ternyata tidak hanya menuai pujian, tetapi juga menjadi semacam tamparan bagi sejumlah pembalap yang lebih berpengalaman.
Salah satunya adalah pembalap Spanyol David Munoz, yang harus puas finis di posisi ke-10 pada balapan tersebut. Munoz tertinggal lebih dari 11 detik dari pemenang balapan David Almansa, sekaligus hampir dua detik di belakang Veda yang finis kelima.
Munoz mengakui hasil di Thailand jauh dari harapannya, meskipun ia sudah berpengalaman beberapa musim di Moto3.
“Tentu saja saya kecewa dengan hasil ini. Tetapi saya harus mengakui bahwa saya tidak bisa berbuat lebih banyak selama balapan,” kata Munoz.
Meski sempat mengeluhkan performa motornya, pembalap berusia 19 tahun tersebut tetap mengapresiasi kerja keras timnya sepanjang akhir pekan balap.
“Meskipun demikian, terima kasih banyak kepada tim saya atas kerja keras mereka dan, yang terpenting, atas dukungan dan bantuan mereka,” ujarnya.
Hasil kurang memuaskan di Thailand membuat Munoz bertekad bangkit pada seri berikutnya yang akan digelar di Brasil. Ia berharap dapat tampil lebih kompetitif setelah melakukan evaluasi bersama tim.
“Untungnya kami memiliki sedikit waktu sebelum balapan berikutnya di Brasil, di mana saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk tampil lebih baik lagi,” kata Munoz.
Sementara itu, penampilan Veda Ega di Buriram semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda menjanjikan dari Indonesia.
Pembalap kelahiran Wonosari, 23 November 2008, tersebut sebelumnya telah mencuri perhatian setelah menjuarai ajang Asia Talent Cup 2023. Gelar tersebut menjadi tonggak penting yang membuka jalan bagi Veda menuju kompetisi balap motor level dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi