RADARBANYUWANGI.ID - Penyelenggara MotoGP resmi menunda Grand Prix Qatar 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada April. Balapan di Sirkuit Internasional Lusail itu kini dipastikan digelar pada 6–8 November 2026 menyusul situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut diumumkan setelah koordinasi intensif antara penyelenggara MotoGP, Federasi Internasional Motocyclisme (FIM), promotor, serta otoritas lokal di Qatar. Penundaan dilakukan dengan pertimbangan utama keselamatan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pembalap, tim, ofisial, hingga para penggemar.
CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa perubahan jadwal ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang. Menurutnya, keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan seri balap MotoGP.
“Keputusan ini diambil dengan sangat hati-hati dan dalam koordinasi penuh dengan mitra kami di Qatar dan di seluruh paddock. Prioritas kami selalu keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang terlibat dalam MotoGP, serta memastikan setiap Grand Prix diselenggarakan dengan standar setinggi mungkin,” ujar Ezpeleta.
Ia juga menambahkan bahwa pihak penyelenggara berupaya memberikan kepastian kepada para penggemar sedini mungkin agar mereka dapat menyesuaikan rencana kehadiran di sirkuit.
“Kami menyadari pentingnya memberikan kejelasan kepada penggemar secepat mungkin. Pemegang tiket akan diberi kesempatan untuk mengalihkan tiket mereka ke acara berikutnya,” lanjutnya.
Penundaan seri Qatar turut memengaruhi beberapa seri balapan lain dalam kalender MotoGP 2026. Setelah dilakukan penyesuaian jadwal, Grand Prix Portugal di Portimao akan digelar pada 22 November 2026. Sementara itu, seri penutup musim di Valencia dipindahkan menjadi 29 November 2026.
Meski demikian, penyelenggara memastikan bahwa perubahan ini tidak memengaruhi putaran MotoGP lainnya dalam kalender musim 2026.
Ezpeleta juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara di Portugal dan Valencia atas fleksibilitas mereka dalam menyesuaikan jadwal balapan.
“Saya ingin berterima kasih kepada mitra kami di Portimao dan Valencia atas kerja sama serta fleksibilitas mereka dalam membantu mewujudkan transisi yang lancar ke kalender yang telah direvisi,” katanya.
Presiden Qatar Motor and Motorcycle Federation (QMMF) sekaligus pengelola Sirkuit Internasional Lusail, Abdulrahman bin Abdullatif Al Mannai, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut.
“QMMF dan Sirkuit Internasional Lusail menghormati serta mendukung keputusan MotoGP Sports Entertainment Group untuk menunda Qatar Airways Grand Prix MotoGP Qatar hingga 6–8 November 2026,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar dan tim atas pengertian mereka terhadap situasi yang terjadi saat ini.
“Kami dengan tulus berterima kasih kepada para penggemar, tim, dan mitra kami atas pengertian dan dukungan yang berkelanjutan, dan kami berharap dapat menyambut semua orang kembali ke Sirkuit Internasional Lusail,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Presiden FIM, Jorge Viegas. Ia menegaskan bahwa keputusan penjadwalan ulang merupakan langkah yang tepat mengingat kondisi keamanan di kawasan tersebut.
“FIM sepenuhnya mendukung keputusan untuk menjadwal ulang Grand Prix Qatar. Mengingat situasi geopolitik saat ini, keselamatan para pembalap, tim, ofisial, dan penggemar harus selalu menjadi prioritas utama,” kata Viegas.
Ia optimistis kalender baru yang telah disusun akan tetap menjaga kualitas kejuaraan MotoGP sepanjang musim.
“Kami yakin kalender yang diperbarui memastikan acara di Qatar dapat diselenggarakan dalam kondisi yang paling aman dan profesional,” ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi