Kini, mereka harus segera membuka lembaran baru ketika berduel dalam lanjutan Serie A, Sabtu (14/3).
Inter Milan baru saja merasakan getirnya kekalahan di Derby della Madonnina. Setelah 10 pekan tak terkalahkan di liga, sejak November lalu, rekor apik itu harus terputus oleh rival sekota, AC Milan. Kekalahan 0-1 di San Siro menjadi tamparan telak bagi pasukan Cristian Chivu.
Ini adalah kekalahan ketiga Inter dalam enam laga terakhir di semua kompetisi, jumlah kekalahan yang sama banyaknya dengan 20 laga sebelumnya. Namun, berkat konsistensi sepanjang musim, Nerazzurri masih kokoh di puncak klasemen dan menjadi favorit kuat meraih Scudetto.
Chivu kini dituntut membangkitkan mental anak asuhnya. Kabar baiknya, lawan yang dihadapi adalah Atalanta, tim yang selalu mereka kalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir di Serie A. Bahkan, di San Siro, La Dea tak pernah menang dalam 12 tahun terakhir, dengan rata-rata kebobolan 2,5 gol per laga.
Di sisi lain, Atalanta datang dengan luka yang lebih dalam. Di Liga Champions, mimpi mereka hancur lebur dihajar Bayern Munich dengan skor telak 1-6 di kandang sendiri. Kekalahan ini hampir memastikan langkah mereka terhenti di 16 Besar, meski leg kedua pekan depan masih tersisa.
Di Serie A, performa mereka juga mulai menurun. Hanya meraih satu poin dari dua laga terakhir, dan bermain imbang 2-2 dengan Lazio di leg pertama semifinal Coppa Italia. Kekalahan pertama di tahun 2026 dari Sassuolo dengan 10 pemain, menjadi awal dari tren negatif ini.
Raffaele Palladino, yang baru datang November lalu, harus segera menemukan formula terbaik. Saat ini, Atalanta masih berada di empat besar untuk poin dan kebobolan, tetapi jika tren negatif berlanjut, mimpi Eropa musim depan bisa sirna.
Rekor Pertemuan: Dominasi Mutlak Inter
Inter tak terkalahkan dalam tujuh laga SerieA terakhir melawan Atalanta, semuanya berakhir dengan kemenangan. Di San Siro, rekor Atalanta lebih buruk: delapan kekalahan dalam 11 laga terakhir. Dominasi ini menjadi modal psikologis besar bagi tuan rumah.
Kabar Tim: Absennya El Toro vs Kembalinya Ederson
Inter Milan masih harus bermain tanpa kapten sekaligus top skor, Lautaro Martinez. Tanpa El Toro, statistik Inter berbicara keras: tingkat kemenangan turun 37% dan rata-rata gol berkurang 1,4 per laga.
Hakan Calhanoglu mungkin bisa kembali setelah absen di derbi. Namun, bek Alessandro Bastoni diragukan tampil. Di lini depan, Cristian Chivu akan memilih dua dari tiga nama: Francesco Pio Esposito, Marcus Thuram, atau Ange-Yoan Bonny.
Atalanta berharap Ederson bisa kembali dari cedera otot. Namun, dua pemain kunci, Giacomo Raspadori dan Charles De Ketelaere, baru kembali berlatih dan kemungkinan belum siap tampil.
Di lini depan, Gianluca Scamacca akan bersaing dengan Nikola Krstovic. Scamacca mencetak dua gol lawan Udinese pekan lalu, tetapi ia gagal mencetak gol dalam tujuh laga tandang terakhir di Serie A
Inter Milan: Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Zielinski, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Esposito
Atalanta: Carnesecchi; Scalvini, Djimsiti, Ahanor; Zappacosta, De Roon, Pasalic, Bernasconi; Samardzic, Zalewski; Scamacca
Prediksi Skor: Inter Milan 2-0 Atalanta
Sejarah dan statistik berbicara: Inter akan mendominasi. Tanpa Martinez, mereka mungkin tak akan semeleboh biasanya, tetapi cukup untuk mengalahkan Atalanta yang sedang terpuruk. Kekalahan telak dari Bayern pasti meninggalkan luka psikologis.
Kami memprediksi Inter akan menang 2-0. Thuram dan Esposito akan menjadi pembeda di lini depan, sementara pertahanan Atalanta yang rapuh akan kembali kebobolan. (*)
Editor : Niklaas Andries