Bologna dan Roma, dua kubu Serie A yang saling mengenal, akan bentrok di babak 16 Besar dengan taruhan tiket perempat final melawan pemenang duel Lille vs Aston Villa.
Bologna datang ke laga ini dengan modal apik di Eropa. Setelah 26 tahun absen dari babak gugur UEFA, mereka sukses melewati play-off dengan menyingkirkan SK Brann dengan agregat 1-0.
Lebih impresif lagi, sejak kalah di Villa Park pada matchday pertama, I Rossoblu tak terkalahkan dalam sembilan laga Eropa beruntun.
Catatan ini menyamai rekor tak terkalahkan terbaik mereka di Eropa yang dibuat pada 1967. Satu hasil imbang saja sudah cukup untuk mencetak sejarah baru. Pelatih Vincenzo Italiano pasti mengincar lebih dari sekadar rekor; ia mengincar keunggulan sebelum leg kedua di Olimpiico.
Namun, perjalanan Bologna di musim ini tidak semulus musim lalu. Setelah debut Liga Champions dan memenangkan Coppa Italia musim lalu, mereka mengalami penurunan performa di musim dingin.
Kini duduk di peringkat kedelapan Serie A, harapan terbesar untuk kembali ke Eropa musim depan mungkin hanya melalui jalur Liga Europa.
Di sisi lain, Roma datang dengan status unggul secara klasemen dengan terpaut 12 poin. Namun, performa mereka juga naik turun.
Akhir pekan lalu, I Giallorossi dipermalukan mantan legenda mereka sendiri, Daniele De Rossi, yang kini melatih Genoa. Kekalahan 1-2 di Luigi Ferraris menambah deretan hasil inkonsisten.
Meski demikian, perjalanan Eropa Roma terbilang mulus. Hasil imbang di markas Panathinaikos di matchday terakhir cukup mengantar mereka langsung ke 16 Besar sebagai peringkat kedelapan.
Rekor Pertemuan dan Faktor Pengalaman
Pertemuan di Olimpico awal musim ini berakhir dengan kemenangan tipis Roma 1-0. Namun, itu adalah satu-satunya kekalahan Bologna dalam enam pertemuan terakhir melawan I Giallorossi.
Roma juga punya aset berharga: pelatih Gian Piero Gasperini. Eks pelatih Atalanta ini membawa pulang trofi Liga Europa kurang dari dua tahun lalu. Pengalaman itu tak ternilai di fase gugur.
Namun, Roma punya catatan buruk melawan tim Italia di Eropa. Mereka kalah dari Inter di final Piala UEFA, tersingkir oleh Fiorentina di Liga Europa, meski kemudian menyingkirkan AC Milan di kompetisi yang sama.
Kabar Tim: Derby Penuh Cedera dan Suspensi
Bologna mendapat kabar baik dengan kembalinya bek Torbjorn Heggem dan Juan Miranda ke latihan penuh. Gelandang berpengalaman Remo Freuler juga tersedia setelah menjalani skorsing domestik. Ia kemungkinan akan berduet dengan Nikola Moro, pemain dengan kreasi peluang terbanyak kedua di Liga Europa musim ini.
Di lini depan, Santiago Castro dan Riccardo Orsolini masih menjadi andalan, meski performa Orsolini sedang menurun. Federico Bernardeschi, Nicolo Cambiaghi, dan Jonathan Rowe siap mengisi pos sayap.
Roma justru diterpa badai cedera di lini depan. Paulo Dybala (lutut), Artem Dovbyk (paha), dan Evan Ferguson (pergelangan kaki) dipastikan absen.
Akibatnya, beban mencetak gol bertumpu pada Donyell Malen. Penyerang Belanda ini baru beberapa pekan tiba tetapi langsung menjadi mesin gol, bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Serie A bulan lalu.
Sementara Wesley (pencetak gol kemenangan lawan Bologna di Agustus) kembali dari skorsing, bek Italia Gianluca Mancini justru harus absen di leg pertama akibat akumulasi kartu.
Prediksi Susunan Pemain:
Bologna: Skorupski; Zortea, Lucumi, Vitik, Mario; Ferguson, Freuler, Moro; Bernardeschi, Castro, Rowe
Roma: Svilar; Ziolkowski, Ndicka, Ghilardi; Celik, Cristante, Kone, Wesley; Pisilli, Zaragoza; Malen
Prediksi Skor: Bologna 1-1 Roma
Roma unggul dalam pengalaman Eropa dan rekor apik di fase gugur (menang di leg pertama dalam enam laga terakhir). Namun, Bologna bukan tim sembarangan. Mereka memiliki rekor kandang yang sederhana, tetapi Italiano punya pengalaman membawa Fiorentina ke final Conference League.
Kami memprediksi laga akan berakhir imbang 1-1. Kedua tim akan bermain hati-hati, dengan Roma mengandalkan Malen dan Bologna memanfaatkan kecepatan sayap. Hasil ini akan membuat segalanya terbuka jelang leg kedua di Olimpico pekan depan. (*)
Editor : Niklaas Andries