RADARBANYUWANGI.ID - Cerita lama kembali terulang di BayArena. Kai Havertz, pemain yang dibesarkan di akademi Bayer Leverkusen, kembali menjadi mimpi buruk bagi mantan klubnya.
Masuk dari bangku cadangan, ia mencetak gol penalti di menit akhir injury time dan memaksa Leverkusen berbagi angka 1-1 dengan Arsenal pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Kamis (12/3) dini hari tadi.
Padahal, tuan rumah sudah di ambang kemenangan sempurna. Gol Robert Andrich pada menit ke-89 memanfaatkan kemelut sepak pojok membuat publik BayArena bersiap berpesta. Arsenal, yang tampil tanpa kreator serangan Martin Odegaard, terlihat kehabisan ide.
Namun, drama belum usai. Di masa injury time, pemain pengganti Noni Madueke dijatuhkan bek Malik Tillman di kotak terlarang. Wasit Halil Umut Meler menunjuk titik putih. Havertz yang maju sebagai algojo sukses menceploskan bola ke gawang Janis Blaswich. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Arsenal Tumpul, Andrich Nyaris Diusir Wasit
Arsenal datang dengan status sempurna di fase liga, delapan kemenangan. Namun, tanpa Odegaard, lini serang mereka kehilangan ketajaman. Peluang terbaik datang di menit ke-20 lewat tembakan Gabriel Martinelli yang membentur mistar gawang.
Di sisi lain, Leverkusen tampil berani. Remaja Kamerun Christian Kofane merepotkan David Raya dengan tembakan jarak jauh, sementara Declan Rice beberapa kali menjadi penyelamat di lini belakang.
Namun, sorotan tertuju pada Robert Andrich. Bek Leverkusen itu nyaris diusir wasit di babak pertama setelah dua kali melanggar Viktor Gyokeres dalam waktu singkat.
Ia diganjar kartu kuning di detik-detik awal karena menarik Gyokeres di tepi kotak penalti, lalu lolos dari kartu kedua setelah menjegal pemain Swedia itu di sisi lapangan.
Gol Andrich dan Comeback Arsenal
Babak kedua baru berjalan semenit, Arsenal hampir kebobolan lewat sundulan Martin Terrier yang ditepis spektakuler Raya. Namun, dari sepak pojok berikutnya, petaka datang. Andrich lolos dari kawalan Eberechi Eze di tiang jauh dan menyundul bola masuk ke gawang.
Ini adalah gol pertama yang kebobolan Arsenal di Liga Champions musim ini, sekaligus teguran keras bagi tim yang selama ini dikenal jago dari situasi bola mati.
Manajer Mikel Arteta merespons dengan memasukkan Madueke dan Havertz. Keputusan itu terbukti tepat. Madueke yang lincah merepotkan pertahanan Leverkusen hingga akhirnya dijatuhkan Tillman di kotak penalti. Havertz yang tenang menjalankan tugasnya.
Havertz: Pahlawan atau Pengkhianat?
Bagi Havertz, ini adalah malam pahit manis. Ia kembali ke tempat di mana ia memulai karier profesionalnya, namun harus menghancurkan harapan mantan klubnya. Penaltinya memastikan Arsenal pulang dengan hasil imbang dan status unggul berkat gol tandang.
Leverkusen harus menyesali kelengahan di menit akhir. Sementara Arsenal, meski tampil tumpul, membawa modal berharga ke leg kedua di Emirates Stadium pekan depan. (*)
Editor : Niklaas Andries