RADARBANYUWANGI.ID - Cadillac resmi menandai kehadirannya di Formula 1 dengan menyelesaikan Grand Prix Australia 2026, debut bersejarah yang menjadikan mereka tim baru pertama yang bergabung dengan grid F1 sejak Haas pada 2016.
Meski hanya satu dari dua mobil yang berhasil mencapai garis finis, tim asal Amerika Serikat itu merayakan pencapaian tersebut sebagai tonggak perjalanan yang baru saja dimulai.
Sergio Perez berhasil menyelesaikan balapan di posisi ke-16, tiga lap di belakang pemimpin, sementara Valtteri Bottas terpaksa menghentikan mobilnya di tepi lintasan akibat masalah sistem bahan bakar. Meski demikian, semangat tim tidak surut.
"Kami membuat sejarah sebagai tim hari ini. Akhir pekan Grand Prix pertama kami, dan kami ada di sini, kami balapan, dan itu adalah momen yang membanggakan bagi semua orang. Saya menikmati prosesnya dan tidak sabar untuk ke China dan mencoba lagi," ujar Bottas usai balapan, Minggu (8/3/2026).
Perez yang berhasil menyelesaikan balapan penuh turut menyampaikan kepuasannya.
"Menyelesaikan balapan adalah pencapaian luar biasa hanya setahun setelah entry dikonfirmasi. Sekarang ini sudah selesai, kami perlu beralih ke menambah performa agar bisa benar-benar bersaing keras," katanya.
Kepala Tim Cadillac Graeme Lowdon menegaskan bahwa hasil akhir pekan ini layak dirayakan sebagai awal yang solid.
"Saya sangat senang dengan performa tim. Sangat bagus melihat Cadillac Formula 1 Team membawa mobil pertamanya ke garis finis. Saya memiliki keyakinan besar pada tim yang sedang kami bangun ini. Ini adalah awal yang benar-benar baik untuk perjalanan kami," ujarnya.
Cadillac musim ini menggunakan unit tenaga Ferrari sambil membangun fondasi untuk masa depan, dengan rencana menggunakan unit tenaga General Motors buatan sendiri pada 2029.
Lowdon tidak menetapkan target spesifik untuk musim ini, dan menekankan bahwa tujuan utama adalah belajar, membangun pengalaman, dan meraih rasa hormat dari para pesaing.
Editor : Lugas Rumpakaadi