RADARBANYUWANGI.ID - BayArena akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit dua raksasa Eropa yang pernah mencatatkan sejarah sebagai tim tak terkalahkan di era modern.
Ya, Bayer Leverkusen, sang penakluk Bayern Munich di Bundesliga 2023-2024, bersiap menjamu Arsenal, pewaris gelar "The Invincibles" dari Premier League, dalam laga leg pertama babak 16 Besar Liga Champions 2025-2026, pada Kamis (12/3) dni hari.
Pertemuan ini bukan sekadar babak gugur biasa. Ini adalah bentrok filosofi antara dua arsitek muda jenius, Xabi Alonso dan Mikel Arteta, yang sama-sama haus akan kejayaan di kancah tertinggi Eropa.
The Gunners datang ke Jerman dengan status nyaris sempurna di fase liga. Anak asuh Mikel Arteta mengukir rekor fantastis dengan delapan kemenangan beruntun!
Mereka tak hanya menjadi pemuncak klasemen tanpa perlawanan trengginas, tetapi juga pemilik rekor serangan terbaik dengan 23 gol dan pertahanan terkokoh dengan hanya 4 gol kebobolan di antara 36 tim peserta.
Hasil undian juga seolah berpihak. Arsenal terhindar dari raksasa seperti Real Madrid, Bayern Munich, atau PSG hingga partai puncak. Namun, euforia ini diiringi kritik pedas atas gaya bermain "dark arts" yang dinilai pragmatis, ditambah ketergantungan pada bola mati.
Meski begitu, yang terpenting tetaplah kemenangan. Terbaru, rotasi pemain Arsenal sukses menyingkirkan Mansfield Town di Piala FA dengan skor 2-1, memperpanjang tren positif mereka.
Di kubu sebaliknya, Bayer Leverkusen tak lagi sekokoh musim lalu pasca hengkangnya Florian Wirtz dan ditinggal Xabi Alonso yang kini melatih Liverpool.
Namun, di tangan Kasper Hjulmand, "Die Werkself" masih perkasa. Setelah melewati play-off melawan Olympiacos, Leverkusen kini berambisi kembali ke perempat final.
Meski performa secara keseluruhan naik-turun dengan hanya sekali menang dalam lima laga terakhir, markas BayArena tetap menjadi benteng tangguh.
Mereka tak terkalahkan dalam enam pertandingan kandang terakhir dan hanya kebobolan satu gol! Hasil imbang 3-3 yang dramatis melawan Freiburg akhir pekan lalu membuktikan daya gedor mereka masih tajam, meski rentan di lini belakang.
Catatan sejarah juga menarik. Pertemuan terakhir di Jerman pada 2002 berakhir imbang 1-1. Namun, Arsenal kemudian berpesta 4-1 di laga berikutnya pada musim yang sama, dan kembali mengulang skor serupa di laga pramusim 2024.
Kabar Tim: Badai Cedera Hantui Kedua Kubu
Arsenal mendapat angin segar. David Raya, Martin Zubimendi, Declan Rice, dan Gabriel Magalhaes yang sengaja diistirahatkan saat lawan Mansfield dipastikan kembali. William Saliba (pergelangan kaki), Riccardo Calafiori, dan Leandro Trossard (cedera ringan) juga sudah berlatih.
Namun, kabar duka datang dari sang kapten, Martin Odegaard, yang masih mengalami masalah lutut. Mikel Merino (kaki) dan Ben White juga dipastikan absen. Dengan ketidakhadiran Odegaard, kunci serangan akan bertumpu pada Eberechi Eze yang mencetak gol kemenangan di Piala FA, serta duet sayap mematikan Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli.
Di kubu tuan rumah, ruang perawatan Leverkusen lebih mirip rumah sakit. Mark Flekken (lutut), Loic Bade (hamstring), hingga Nathan Tella (kaki) dipastikan absen. Patrik Schick masih diragukan tampil. Ketiadaan Schick membuka peluang bagi remaja Kamerun, Christian Kofane, untuk menjadi ujung tombak.
Sorotan juga tertuju pada bek pinjaman Arsenal, Piero Hincapie, yang dipastikan tampil melawan klub induknya. Di lini belakang Leverkusen, mantan pemain Liverpool Jarell Quansah akan menjadi palang pintu, sementara Alejandro Grimaldo akan menjadi ancaman utama melalui skema tendangan bebasnya.
Prediksi Susunan Pemain:
Baca Juga: BPOM Jember dan Dinkes Banyuwangi Sidak Jajanan Lebaran di Genteng, Temukan Produk Tanpa Izin Edar
Bayer Leverkusen: Blaswich; Andrich, Quansah, Tapsoba; Poku, Garcia, Fernandez, Grimaldo; Maza, Terrier; Kofane
Arsenal: Raya; Timber, Saliba, Gabriel, Hincapie; Zubimendi, Rice; Saka, Eze, Martinelli; Gyokeres
Prediksi Skor: Bayer Leverkusen 0-1 Arsenal
Pertandingan ini diprediksi berjalan alot. Arsenal mungkin akan kembali memainkan "skenario lama" mereka: tampil tidak terlalu enak ditonton namun efektif meraih kemenangan.
Rekor kandang Leverkusen memang impresif, tapi badai cedera yang melanda serta inkonsistensi performa secara umum menjadi celah besar. Jika Arsenal bisa meredam serangan sayap dan bola mati Grimaldo, bukan tidak mungkin mereka membawa pulang kemenangan tipis yang sangat berharga ke London. (*)
Editor : Niklaas Andries