RADARBANYUWANGI.ID - Max Verstappen kembali memperlihatkan kemampuannya dalam seni mengejar dari posisi belakang di F1 Grand Prix Australia 2026, Minggu (8/3/2026).
Setelah terpaksa start dari posisi terakhir akibat kecelakaan keras di kualifikasi, pembalap Red Bull asal Belanda itu berhasil merebut poin berharga dengan finis di posisi keenam, naik 14 posisi sepanjang 58 lap balapan di Sirkuit Albert Park.
Pencapaian tersebut tetap terasa pahit mengingat jurang yang terbuka antara Red Bull dan Mercedes.
Verstappen menyentuh garis finis terpaut 54,617 detik di belakang pemenang George Russell, selisih yang sangat besar dan mencerminkan dominasi Silver Arrows di pembuka musim ini.
Ketika ditanya apakah ia khawatir dengan keunggulan awal Mercedes, Verstappen memberikan jawaban yang tenang namun realistis.
"Saya bisa saja khawatir, tapi itu tidak akan mengubah apapun, bukan? Saya tidak terlalu khawatir. Kami bekerja sebagai tim untuk mencoba menutup celah itu dan langkah demi langkah, semoga kami bisa lebih kompetitif," ujarnya.
Verstappen juga mengakui bahwa pilihan ban keras untuk kedua stintnya tidak berjalan sesuai rencana, memaksanya menjalani strategi dua stop akibat degradasi dan graining yang cukup parah.
Namun ia melihat sisi positif dari situasi tersebut, terutama dalam hal pembelajaran tentang karakteristik mobil baru.
"Kami punya lebih banyak kecepatan dari lapangan tengah, jadi saya hanya perlu melewati mereka dengan bersih, dan itu berhasil. Saya belajar banyak dalam pertarungan-pertarungan itu tentang cara menggunakan baterai dan sebagainya, jadi itu cukup positif," katanya.
Red Bull hanya mengantarkan satu mobil ke garis finis setelah Isack Hadjar terpaksa akhiri balapan lebih awal akibat masalah teknis, meski pembalap Prancis itu memulai balapan dari posisi yang menjanjikan di urutan ketiga.
Editor : Lugas Rumpakaadi