RADARBANYUWANGI.ID - Isack Hadjar memulai babak baru kariernya di Red Bull dengan cara yang tidak bisa lebih baik dari ini.
Pembalap Prancis berusia 21 tahun tersebut berhasil mengamankan posisi ketiga di kualifikasi Grand Prix Australia 2026, tepat di belakang duo Mercedes George Russell dan Kimi Antonelli, menjadikannya satu-satunya harapan Red Bull setelah Max Verstappen terpaksa mengakhiri sesinya lebih awal akibat kecelakaan di Q1.
"Saya sangat senang. Ketika saya melewati garis finis, saya tahu itu adalah lap yang bagus, mungkin top tiga, dan memang itulah hasilnya. Ini adalah awal yang sempurna untuk karier Red Bull saya," ujar Hadjar usai kualifikasi di Albert Park, Sabtu (7/3/2026).
Meski demikian, Hadjar bersikap jujur tentang kondisi sesungguhnya mobil yang ia kendarai.
Ia menyebut hari Sabtu lebih sebagai upaya membatasi kerugian daripada merayakan kekuatan.
"Hari ini lebih merupakan pembatasan kerusakan, terus terang. Itu adalah lap yang sangat bagus, tapi saya merasa kami masih perlu banyak peningkatan saat ini. Kami delapan persepuluh detik dari pole. Tahun lalu, waktu ini bahkan tidak akan lolos dari Q1," tegasnya.
Hadjar mengakui ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Red Bull untuk bisa bersaing dengan Mercedes secara konsisten.
Namun ia memilih untuk fokus pada apa yang bisa dikendalikannya di hari Minggu, termasuk start yang lebih baik dari barisan ketiga.
Terkait peluang podium, Hadjar mengincar pengulangan pencapaiannya di GP Belanda musim lalu yang menjadi podium perdana dalam kariernya.
"Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah mengambil start yang lebih baik, tapi mereka terlalu cepat saat ini. Saya ingin mempertahankan posisi saya, podium kedua akan sangat bagus," pungkasnya dengan penuh keyakinan.
Editor : Lugas Rumpakaadi