RADARBANYUWANGI.ID - Cara unik dilakukan jajaran kepolisian untuk menekan aksi balap liar yang kerap marak selama bulan suci Ramadan.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, memprakarsai lomba lari 100 meter yang digelar di Alun-Alun Situbondo pada Jumat malam (14/3).
Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan bagi masyarakat, khususnya para remaja, tetapi juga menjadi upaya preventif untuk menekan aksi balap liar maupun fenomena lari liar yang sering terjadi di sejumlah ruas jalan selama Ramadan.
Menurut Bayu, kegiatan ini sengaja digelar sebagai wadah positif bagi para remaja yang memiliki energi besar dan hobi adu kecepatan.
Dengan adanya lomba resmi, mereka diharapkan tidak lagi menyalurkan adrenalin melalui aktivitas yang melanggar hukum.
“Kompetisi ini kami buat agar energi besar anak-anak muda bisa tersalurkan ke hal yang positif. Selain itu, ajang adu cepat ini diharapkan bisa menjaring bibit-bibit pelari potensial dari Kota Santri untuk bisa bersaing di kancah yang lebih tinggi,” ujar Bayu.
Ia mengungkapkan, selama Ramadan pihaknya hampir setiap malam melakukan patroli untuk membubarkan aksi balap liar maupun lari liar yang dilakukan sekelompok pemuda di sejumlah titik.
Tidak hanya dibubarkan, para pelaku juga dikenai sanksi tegas berupa tilang. Bahkan puluhan pemuda telah terjaring razia dengan denda yang cukup besar.
“Puluhan pemuda sudah terjaring dan mendapatkan tilang dengan sanksi Rp 3 juta per orang. Tempat-tempat yang sering digunakan untuk balap liar sudah kami tutup dan terus kami patroli secara rutin,” jelasnya.
Karena itu, Polres Situbondo berinisiatif membuat kegiatan alternatif yang legal dan terorganisir dengan baik. Harapannya, langkah ini bisa menjadi solusi sekaligus sarana pembinaan bagi generasi muda.
“Jadi kami berinisiatif mengadakan lomba lari yang legal. Tujuannya tentu untuk menekan balap liar di wilayah hukum kami,” tegasnya.
Ratusan Peserta Antusias
Lomba lari 100 meter tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ratusan peserta dari berbagai kalangan usia tampak antusias mengikuti perlombaan yang digelar di pusat kota tersebut.
Bayu mengatakan, selama perlombaan berlangsung seluruh peserta menunjukkan sikap sportif. Mereka mampu menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Dari ratusan peserta yang ikut perlombaan, semuanya sama-sama sportif. Yang kalah menerima dengan lapang dada, yang menang juga tidak mengejek yang kalah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbeda dengan situasi yang kerap terjadi saat balap liar di jalanan. Dalam aksi ilegal itu, sering kali terjadi gesekan bahkan pertengkaran antarkelompok pemuda.
“Kalau balap liar, baru start saja kadang sudah ada pertengkaran antarkelompok. Tapi di lomba ini semuanya tertib,” tambahnya.
Forkopimda Ikut Adu Cepat
Kemeriahan acara juga terasa sejak awal pembukaan. Sebelum para peserta bertanding, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Situbondo turut meramaikan acara dengan laga ekshibisi lari 100 meter.
Di antaranya adalah Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie dan Kasdim 0823 Situbondo, Mayor Kav Aan Jauhari, yang turun langsung ke lintasan untuk menunjukkan kemampuan adu cepat mereka.
Aksi para pejabat daerah tersebut pun mengundang sorak sorai penonton yang memadati area Alun-Alun Situbondo.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu diharapkan bisa menjadi agenda positif selama Ramadan sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Alhamdulillah lomba lari 100 meter ini berjalan lancar. Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Situbondo,” pungkas Bayu. (hum/aif)
Editor : Ali Sodiqin