Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Drama Injury Time Buat Mauricio Souza Gigit Jari di JIS

Bayu Shaputra • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:30 WIB

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza.

RADARBANYUWANGI.ID - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah timnya hanya bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa malam (3/3/2026).

Hasil tersebut membuat Macan Kemayoran gagal memangkas jarak dengan Persib Bandung di puncak klasemen Super League 2025/2026. Tambahan satu poin membuat persaingan papan atas semakin ketat memasuki pekan-pekan krusial.

Pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026 berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Persija yang tampil di hadapan pendukung sendiri berupaya mengambil inisiatif serangan.

Gol pembuka baru lahir di awal babak kedua. Striker andalan Persija, Gustavo Almeida, mencetak gol pada menit ke-46 dan mengubah skor menjadi 1-0. Momentum sempat berpihak kepada tuan rumah.

Namun, Borneo FC mampu merespons. Pada menit ke-61, Juan Villa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Persija.

Persija kembali unggul di menit ke-74 melalui gol Fabio Calonego. Gol tersebut sempat memunculkan harapan tiga poin tetap berada di Jakarta.

Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan hingga akhir laga. Saat pertandingan memasuki injury time, tepatnya menit ke-90+3, Ikhsan Nul Zikrak mencetak gol penyeimbang bagi Borneo FC. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Mauricio Souza mengungkapkan dua faktor utama yang membuat timnya gagal mengamankan kemenangan.

Faktor pertama adalah penyelesaian akhir yang dinilai kurang maksimal, terutama di babak pertama. Menurutnya, Persija memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.

“Di babak pertama kami punya kesempatan untuk cetak gol, dua dari Allano Lima dan Alaaeddine juga. Kita harus cetak gol di level ini. Kita tidak boleh miss beberapa kali,” ujarnya.

Ia menilai, pada pertandingan dengan tensi tinggi seperti ini, efektivitas di depan gawang menjadi kunci. Kegagalan memaksimalkan peluang membuat lawan tetap memiliki ruang untuk bangkit.

Faktor kedua adalah hilangnya fokus setelah mencetak gol. Mauricio menyebut timnya cenderung menurunkan intensitas permainan saat sudah unggul.

“Di babak kedua pertandingan lebih seimbang. Kami bisa cetak gol saat babak kedua dimulai. Jangan tanya saya kenapa, tapi setelah cetak gol tim mulai hilang fokus,” kata pelatih asal Brasil tersebut.

Menurutnya, setelah unggul, para pemain justru lebih banyak bertahan. Akibatnya, area tengah di dalam kotak penalti tidak terjaga dengan baik dan dimanfaatkan pemain Borneo untuk mencetak gol penyeimbang.

Tambahan satu poin membuat Persija tertahan di peringkat kedua dengan 51 poin. Mereka masih terpaut tiga angka dari Persib yang berada di posisi teratas klasemen.

Sementara itu, Borneo FC tetap membayangi di posisi ketiga dengan 50 poin. Selisih yang tipis membuat persaingan tiga besar semakin terbuka jelang akhir musim.

Hasil ini menjadi catatan penting bagi Persija yang tengah memburu gelar Super League 2025/2026. Mauricio menegaskan timnya harus segera berbenah dan menjaga konsistensi di laga-laga berikutnya.

Dengan kompetisi yang menyisakan sejumlah pertandingan, peluang masih terbuka. Namun, setiap kehilangan poin dapat berdampak besar dalam perebutan gelar. Persija dituntut tampil lebih fokus dan efektif jika ingin menjaga asa menjadi juara musim ini.

Editor : Ali Sodiqin
#persija jakarta #borneo fc #BRI Super League 2026 #mauricio souza