Gol semata wayang dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Habib Diarra melalui titik penalti pada menit ke-70. Keputusan wasit Stuart Attwell menunjuk titik putih diambil setelah meninjau tayangan ulang dan menilai Ethan Ampadu melakukan handball.
Eksekusi Diarra sebenarnya hampir digagalkan kiper Leeds, Karl Darlow. Namun, meski sempat menyentuh bola, Darlow tak mampu mencegahnya bersarang di pojok kanan atas gawang.
Minim Peluang, Maksimal Efektivitas
Baca Juga: Keseimbangan Gizi Jadi Kunci Bugar Selama Ramadan
Menariknya, penalti tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Sunderland sepanjang pertandingan. Laga berjalan relatif datar dengan peluang emas yang sangat terbatas dari kedua kubu.
Pada babak pertama, Anton Stach sempat menguji refleks kiper pelapis Sunderland, Melker Ellborg, lewat tendangan bebas jarak jauh. Ellborg, yang menjalani debutnya di Premier League, tampil sigap menepis bola.
Leeds juga sempat mencetak gol melalui sundulan Joe Rodon pada menit ke-64, memanfaatkan umpan silang matang dari Stach. Namun, gol itu dianulir karena Rodon sudah berada dalam posisi offside.
Momen Penentuan dan Upaya Balasan Leeds
Lima menit setelah peluang Rodon, insiden penentu terjadi. Tembakan Wilson Isidor yang melambung mengenai tangan Ampadu di dalam kotak penalti. Setelah pengecekan VAR di tepi lapangan, wasit memastikan pelanggaran dan menghadiahkan penalti bagi Sunderland.
Tertinggal satu gol, Leeds meningkatkan intensitas serangan. Daniel James mengirim umpan berbahaya ke kotak enam yard yang nyaris disambut Dominic Calvert-Lewin.
Sementara itu, Jaka Bijol hampir menyamakan kedudukan lewat sepakan jarak dekat yang membentur tiang gawang.
Dalam 12 menit masa tambahan waktu yang menegangkan, Bijol kembali menebar ancaman lewat sundulan tajam. Namun, Ellborg tampil solid hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak pada Klasemen
Kemenangan ini mengangkat Sunderland ke peringkat ke-11 klasemen sementara Premier League. Sebaliknya, Leeds masih tertahan di posisi ke-15, hanya unggul enam poin dari zona degradasi.
Hasil ini menjadi suntikan moral penting bagi Sunderland, sementara Leeds harus segera menemukan konsistensi jika tak ingin terjerumus dalam persaingan papan bawah. (*)
Editor : Niklaas Andries