Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Viral Pemain Liga Tunisia Tumbang Usai Laga Siang Hari Saat Puasa Ramadan

Bayu Shaputra • Selasa, 3 Maret 2026 | 23:00 WIB

Sejumlah pemain liga Tunisia tumbang seusai laga di siang hari saat menjalankan puasa.
Sejumlah pemain liga Tunisia tumbang seusai laga di siang hari saat menjalankan puasa.

RADARBANYUWANGI.ID - Video sejumlah pemain yang terkapar di lapangan usai bertanding pada siang hari saat menjalankan ibadah puasa Ramadan menjadi viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi dalam laga pekan ke-22 Ligue 1 Tunisia yang mempertemukan CS Sfaxien melawan AS Gabes.

Pertandingan berlangsung di Stadion Taieb M'hiri, Minggu (1/3), dan dimulai pukul 13.00 waktu setempat. Jadwal tersebut bertepatan dengan jam puasa, ketika para pemain belum mengonsumsi makanan dan minuman sejak subuh.

Begitu wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, sejumlah pemain Sfaxien terlihat langsung bersujud di lapangan. Tidak lama kemudian, beberapa di antaranya tergeletak lemas.

Kiper Sfaxien, Aymen Dahmen, tampak rebahan di atas rumput karena kelelahan. Kondisi serupa juga dialami pemain tim tamu. Penjaga gawang AS Gabes, Abdelkader Chouaya, terlihat bernapas terengah-engah seperti menahan haus setelah bertanding dalam kondisi berpuasa.

Cuplikan video momen tersebut cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menyampaikan simpati atas kondisi fisik para pemain yang tetap bertanding secara profesional di tengah keterbatasan stamina.

Meski dalam kondisi fisik yang tidak sepenuhnya prima, pertandingan tetap berjalan kompetitif hingga menit akhir. Sfaxien akhirnya meraih kemenangan tipis 1-0 lewat gol Omar Ben Ali pada menit ke-82.

Gol tersebut memastikan tiga poin bagi tuan rumah dalam lanjutan kompetisi Ligue 1 Tunisia. Sepanjang laga, kedua tim tetap menunjukkan intensitas permainan yang tinggi meski cuaca siang hari cukup menyengat.

Tunisia yang mayoritas penduduknya Muslim menghadapi kendala tersendiri dalam penyelenggaraan kompetisi selama Ramadan. Tidak semua stadion memiliki fasilitas lampu sorot yang memadai untuk menggelar pertandingan malam hari.

Selain faktor infrastruktur, otoritas keamanan setempat juga dilaporkan belum memberikan izin untuk pertandingan malam selama Ramadan. Pertimbangan utamanya berkaitan dengan pengendalian situasi keamanan dan potensi kerumunan pada malam hari.

Kondisi tersebut membuat jadwal pertandingan tetap digelar pada siang hari. Situasi ini berbeda dengan sejumlah liga di negara mayoritas Muslim lainnya yang menggeser jadwal laga ke malam hari setelah waktu berbuka puasa.

Video para pemain yang kelelahan memicu reaksi luas dari publik. Banyak warganet mengapresiasi perjuangan atlet yang tetap menjaga profesionalisme di tengah tantangan fisik saat berpuasa.

Fenomena ini sekaligus menjadi sorotan mengenai dinamika penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Tunisia selama Ramadan. Di satu sisi, kompetisi harus tetap berjalan sesuai kalender. Di sisi lain, para pemain dituntut menjaga performa dalam kondisi fisik yang terbatas.

Laga antara CS Sfaxien dan AS Gabes itu pun menjadi perhatian, bukan hanya karena hasil pertandingan, tetapi juga karena potret perjuangan para pemain yang menjalankan kewajiban agama sambil tetap bertanding di level kompetitif.

Editor : Ali Sodiqin
#Liga Tunisia #Pemain terkapar saat berpuasa #AS Gabes #CS Sfaxien