Brighton berupaya menjaga asa tampil di kompetisi Eropa musim depan, sementara Arsenal terus menjaga jarak di puncak klasemen dalam perburuan gelar juara.
Arsenal Andalkan Bola Mati, Konsisten di Jalur Juara
Di bawah arahan Mikel Arteta, Arsenal kembali menunjukkan kekuatan utama mereka: efektivitas bola mati. Saat menghadapi Chelsea asuhan Liam Rosenior, skema open play Arsenal sempat kurang maksimal. Namun, situasi sepak pojok menjadi pembeda.
Gol sundulan dari William Saliba dan Jurrien Timber, ditambah gol bunuh diri Piero Hincapie, memastikan kemenangan penting atas Chelsea.
Meski sempat mendapat tekanan usai kartu merah untuk Pedro Neto, Arsenal mampu bertahan berkat penampilan gemilang David Raya di bawah mistar.
Tambahan tiga poin tersebut membuat Arsenal menyamai rekor 16 gol dari situasi sepak pojok dalam satu musim Premier League, dan rekor baru tampaknya tinggal menunggu waktu.
Kemenangan derby London atas Chelsea, setelah sebelumnya membungkam Tottenham, membuat Arsenal kembali unggul lima poin atas Manchester City, meski sang rival masih memiliki satu laga tunda.
Performa tandang Arsenal juga impresif. Mereka tak terkalahkan dalam 11 laga tandang di semua kompetisi. Produktivitas gol di laga tandang liga pun meningkat signifikan, dari rata-rata 1,2 gol per laga pada paruh pertama musim menjadi 2,3 gol sejak pergantian tahun.
Brighton Mulai Bangkit, Asa Eropa Masih Terbuka
Sementara itu, Brighton menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Tim asuhan Fabian Hurzeler sukses mengalahkan Nottingham Forest 2-1, berkat gol krusial dari mantan striker Arsenal, Danny Welbeck, setelah sebelumnya Diego Gomez membuka skor dengan gol spektakuler.
Dua kemenangan beruntun di liga menjadi pencapaian langka bagi Brighton musim ini. Meski masih tertahan di peringkat ke-11, peluang untuk menembus zona Eropa belum sepenuhnya tertutup.
Rekor kandang Brighton juga cukup solid. Mereka hanya dua kali kalah di Amex sepanjang musim ini, walau hanya mampu meraih dua kemenangan dari delapan laga kandang terakhir.
Musim lalu, Brighton menahan Arsenal 1-1 di kandang. Namun, dalam lima kunjungan terakhir Arsenal ke markas Brighton sejak musim 2020-2021, The Gunners belum pernah menelan kekalahan.
Performa Terkini
Brighton (Premier League): Kalah-Seri-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Brighton (Semua Kompetisi): Seri-Kalah-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Arsenal (Premier League): Menang-Menang-Seri-Seri-Menang-Menang
Arsenal (Semua Kompetisi): Menang-Seri-Menang-Seri-Menang-Menang
Kabar Tim
Brighton
Baca Juga: Rumah Sakit Al Huda Sediakan 200 Menu Buka dan Sahur Sehat untuk Karyawan Selama Ramadan
Brighton kemungkinan melakukan satu perubahan terpaksa. Mats Wieffer diragukan tampil penuh usai tak menyelesaikan laga kontra Forest. Joel Veltman berpeluang mengisi posisi bek kanan.
Beberapa pemain lain yang masih dalam pemantauan kebugaran adalah Yasin Ayari, sementara Adam Webster dan Stefanos Tzimas dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera lutut.
Veteran James Milner baru saja mencatatkan penampilan ke-655 di Premier League. Namun, rotasi bisa saja dilakukan dengan memainkan Carlos Baleba demi menjaga kebugaran.
Perkiraan Susunan Pemain Brighton: Verbruggen; Veltman, Dunk, Van Hecke, Kadioglu; Gross, Baleba; Gomez, Hinshelwood, Mitoma; Welbeck
Arsenal
Arsenal menghadapi beberapa tanda tanya soal kebugaran pemain. Declan Rice mengalami ketidaknyamanan pada laga terakhir dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan.
Selain itu, Martin Odegaard dan Ben White juga dalam kondisi meragukan, sementara Mikel Merino dipastikan absen akibat cedera kaki.
Jika Rice dan Odegaard tak siap tampil, Arteta bisa memberi kesempatan kepada Myles Lewis-Skelly untuk mengisi lini tengah.
Perkiraan Susunan Pemain Arsenal: Raya; Mosquera, Saliba, Gabriel, Calafiori; Havertz, Zubimendi, Lewis-Skelly; Saka, Gyokeres, Martinelli
Prediksi Skor: Brighton & Hove Albion 1-2 Arsenal
Kebangkitan Brighton patut diperhitungkan, tetapi rapuhnya lini belakang, hanya satu clean sheet dalam 10 laga terakhir di semua kompetisi, menjadi pekerjaan rumah besar.
Arsenal, meski berpotensi melakukan rotasi, tetap memiliki kedalaman skuad dan efektivitas bola mati yang bisa menjadi pembeda. Tiga poin kemungkinan besar kembali dibawa pulang oleh pasukan Arteta, walau laga diprediksi berlangsung ketat dan tidak mudah. (*)
Editor : Niklaas Andries