Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Romeny Diproyeksikan Jadi Striker Utama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bayu Shaputra • Senin, 2 Maret 2026 | 21:00 WIB

Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny.
Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny.

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang perhelatan FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–31 Maret mendatang, nama Ole Romeny kembali mencuat sebagai pilihan utama di lini depan Timnas Indonesia.

Pelatih kepala John Herdman disebut-sebut tetap menempatkan Romeny sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi penyerang tengah skuad Garuda.

Meski performanya bersama Oxford United musim ini belum sepenuhnya menggembirakan, penyerang kelahiran Belanda berusia 25 tahun itu diprediksi bakal menjadi ujung tombak Indonesia saat menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis di ajang FIFA Series.

Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menegaskan bahwa Romeny masih menjadi alternatif paling realistis di sektor penyerang tengah. Menurutnya, dalam kondisi saat ini, stok striker murni Timnas Indonesia memang terbatas.

“Kalau bicara nomor sembilan, untuk saat ini Romeny masih di urutan teratas,” ujar Pangemanan dalam analisisnya.

Secara karakter bermain, Romeny sejatinya bukan striker murni. Ia lebih condong sebagai pemain nomor 10 yang bergerak di belakang penyerang utama. Namun, keterbatasan opsi membuat namanya otomatis menjadi kandidat terdepan untuk diplot sebagai target man.

Situasi tersebut membuat Herdman tak punya banyak pilihan. Terlebih, pengalaman internasional dan adaptasi Romeny bersama Timnas Indonesia dinilai sudah cukup matang dibandingkan opsi lain.

Sejak resmi berseragam Timnas Indonesia, Romeny menunjukkan kontribusi yang cukup menjanjikan. Ia telah mengoleksi tiga gol dari enam penampilan bersama skuad Garuda. Menariknya, ketiga gol tersebut tercipta dalam tiga laga perdananya.

Catatan itu menjadi modal kepercayaan penting bagi staf kepelatihan. Meski menit bermainnya di level klub terbilang minim musim ini, performanya saat mengenakan jersey merah-putih dinilai lebih impresif dan efektif.

Kepercayaan Herdman pun tampaknya lebih bertumpu pada apa yang ditunjukkan Romeny di level internasional, ketimbang statistiknya di kompetisi domestik Inggris.

Musim 2025/2026 bukanlah periode mudah bagi Romeny. Ia mengawali musim dengan cedera yang didapat saat tampil di ajang Piala Presiden 2025. Cedera tersebut memaksanya absen dalam 13 pertandingan Championship serta dua laga Carabao Cup bersama Oxford.

Debut musimnya baru terjadi pada 5 November 2025. Saat itu, ia masuk sebagai pemain pengganti selama sembilan menit dalam kekalahan Oxford dari Stoke City.

Setelah pulih, Romeny memang mulai rutin masuk daftar skuad. Namun, perannya lebih banyak sebagai supersub dengan durasi terbatas. Dalam enam pertandingan terakhir Championship, ia konsisten tampil meski rata-rata hanya bermain belasan menit, dengan durasi maksimal 33 menit per laga.

Di Piala FA, Romeny mendapat kesempatan tampil dua kali dengan total 79 menit bermain. Sayangnya, hingga kini ia belum mampu memecah kebuntuan golnya musim ini.

Hingga pekan berjalan, Romeny belum mencetak satu pun gol untuk Oxford United musim ini. Situasi tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri, terutama menjelang agenda padat Timnas Indonesia di FIFA Series.

Namun, Herdman tampaknya memiliki pertimbangan berbeda. Ia diyakini lebih memprioritaskan chemistry dan efektivitas Romeny saat membela Timnas. Faktor adaptasi dengan skema permainan serta pemahaman taktik menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua kandidat.

Apalagi, beberapa opsi lain seperti Ramadhan Sananta, Mauro Zijlstra, Rafael Struick, hingga Ragnar Oratmangoen dinilai belum sepenuhnya lebih siap secara konsistensi maupun pengalaman dibanding Romeny.

Dengan segala keterbatasan yang ada, nama Romeny tetap menjadi pilihan paling masuk akal untuk mengisi starting eleven.

FIFA Series 2026 akan menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk menguji kedalaman skuad sekaligus memantapkan komposisi inti. Laga kontra Bulgaria diprediksi menjadi ujian terberat, mengingat kualitas lawan yang memiliki tradisi panjang di sepak bola Eropa.

Menariknya, di Oxford United, Romeny merupakan rekan setim gelandang asal Bulgaria, Filip Krastev. Faktor ini bisa menjadi keuntungan tersendiri dalam membaca karakter permainan calon lawan.

Jika dalam kondisi bugar dan tanpa kendala cedera, Romeny hampir pasti akan diturunkan sejak menit awal. Kepercayaan dari pelatih dan catatan gol bersama Timnas menjadi alasan utama.

Kini, publik menanti apakah Romeny mampu menjawab keraguan atas performanya di klub dengan penampilan tajam bersama Garuda. FIFA Series 2026 bisa menjadi panggung pembuktian sekaligus momentum kebangkitan bagi sang penyerang.

Editor : Ali Sodiqin
#FIFA series 2026 #timnas indonesia #ole romeny #John Herdman