Liverpool yang kini bertengger di peringkat kelima mengoleksi 48 poin usai menaklukkan West Ham United dengan skor 5-2 akhir pekan lalu. Di atas kertas, mereka lebih diunggulkan ketimbang Wolves yang masih terbenam di posisi ke-20. Namun, tuan rumah datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Aston Villa, hasil yang tak banyak diprediksi sebelumnya.
Kemenangan atas Villa menjadi sinyal bahwa Wolves belum sepenuhnya menyerah. Musim ini, mereka bahkan mampu mencuri poin dari tiga tim penghuni empat besar klasemen sementara.
Dengan total 13 poin, Wolves setidaknya terhindar dari rekor terburuk sepanjang sejarah Premier League yang masih dipegang Derby County dengan 11 poin pada musim 2007-2008.
Pelatih Rob Edwards memang hampir mustahil menyelamatkan tim dari degradasi. Namun, catatan dua kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan dalam 11 laga liga terakhir menunjukkan Wolves bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Secara ofensif, produktivitas mereka masih menjadi masalah. Wolves gagal mencetak gol dalam lima dari delapan laga terakhir. Meski begitu, lini belakang sempat mencatat tiga clean sheet dalam periode tersebut, walau tetap kebobolan 10 gol.
Bermain di Molineux belum bisa disebut sebagai keuntungan mutlak. Akan tetapi, delapan poin dari enam laga kandang terakhir menjadi bukti bahwa Wolves relatif lebih nyaman tampil di hadapan publik sendiri.
Liverpool: Tajam Lewat Bola Mati
Meski menang besar atas West Ham, performa Liverpool tak sepenuhnya dominan. Statistik menunjukkan kedua tim menciptakan dua peluang besar, memiliki expected goals (xG) yang nyaris identik, serta penguasaan bola 51% untuk tuan rumah di Anfield.
Manajer Arne Slot menyoroti efektivitas bola mati setelah tiga gol pertama timnya lahir dari situasi sepak pojok. Bahkan, Liverpool mencatat rekor Premier League dengan tujuh gol beruntun dari skema bola mati non-penalti.
Dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi, The Reds mencetak minimal dua gol dalam enam laga. Meski sempat kebobolan dua gol dari West Ham, sebelumnya mereka mencatat tiga clean sheet beruntun.
Liverpool juga memburu kemenangan ketujuh beruntun atas Wolves. Tiga pertemuan terakhir memang berakhir tipis 2-1, termasuk duel putaran pertama pada Desember 2025.
Performa tandang Liverpool terbilang solid. Dari 10 laga tandang terakhir, mereka hanya sekali kalah dan meraih enam kemenangan.
Kabar Tim dan Perkiraan Susunan Pemain
Di kubu Wolves, talenta muda Mateus Mane dipastikan kembali menjadi andalan di lini depan. Angel Gomes berpotensi berduet dengan Joao Gomes di lini tengah menyusul cedera Andre. Trio Toti Gomes, Santiago Bueno, dan Yerson Mosquera akan mengawal kiper Jose Sa.
Sementara itu, Arne Slot mengonfirmasi Florian Wirtz kemungkinan belum fit, sehingga Dominik Szoboszlai diprediksi kembali berperan sebagai gelandang serang.
Mohamed Salah dan Cody Gakpo tetap berpeluang tampil sejak menit awal, begitu pula Hugo Ekitike di lini depan. Jeremie Frimpong, yang baru pulih dari cedera, bisa saja turun sebagai starter demi memulihkan kebugarannya.
Perkiraan Susunan Pemain
Baca Juga: Dua Motor Tabrakan di Perempatan Bangorejo Banyuwangi, Satu Pengendara Tewas di TKP
Wolverhampton Wanderers: Sa; Mosquera, S. Bueno, T. Gomes; Tchatchoua, A. Gomes, J. Gomes, H. Bueno; Bellegarde, Mane; Armstrong
Liverpool: Alisson; Frimpong, Konate, Van Dijk, Robertson; Gravenberch, Mac Allister; Gakpo, Szoboszlai, Salah; Ekitike
Prediksi Skor: Wolverhampton Wanderers 1-3 Liverpool
Wolves tampil tanpa beban, sementara Liverpool berada di bawah tekanan untuk terus meraih poin demi menjaga asa ke Liga Champions. Secara kualitas dan momentum, tim tamu lebih unggul, tetapi laga diprediksi tidak akan berjalan mudah. (*)
Editor : Niklaas Andries