Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tottenham Hotspur Terancam Degradasi! Igor Tudor Samai Rekor Buruk 1994 Usai Tumbang dari Fulham

Niklaas Andries • Senin, 2 Maret 2026 | 07:55 WIB

RAWAN: Spurs terancam terkena degradasi
RAWAN: Spurs terancam terkena degradasi
RADARBANYUWANGI.ID - Kekalahan 1-2 dari Fulham pada laga derbi London, Minggu (2/3), memperpanjang krisis Tottenham Hotspur di ajang Premier League. Hasil tersebut membuat Spurs menyamai rekor terburuk klub: 10 pertandingan liga berturut-turut tanpa kemenangan.

Pendukung Tottenham sempat berharap timnya mampu mencuri poin di Craven Cottage sekaligus menjauh dari zona degradasi, terlebih setelah West Ham United kalah dari Liverpool sehari sebelumnya. Namun, harapan itu pupus setelah gol Harry Wilson dan Alex Iwobi di babak pertama memastikan kemenangan tuan rumah.

Kekalahan tersebut menjadi yang keenam dalam periode 10 laga tanpa kemenangan Spurs di liga musim ini. Catatan serupa sebelumnya hanya pernah terjadi pada Januari hingga Maret 1994, ketika tim masih ditangani Ossie Ardiles.

Posisi Klasemen Makin Mengkhawatirkan

Baca Juga: Safari Ramadan Desa Sraten Cluring Banyuwangi, Pemdes Perkuat Soliditas dan Dialog Soal Dana Desa

Saat ini, Tottenham terdampar di peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin. Mereka hanya unggul dua poin dari Nottingham Forest di posisi ke-17 dan terpaut empat angka dari West Ham yang berada di peringkat ke-18.

Pelatih Igor Tudor masih memiliki peluang untuk memperbaiki situasi ketika menjamu Nottingham Forest pada 22 Maret mendatang. Namun sebelum itu, Spurs harus menghadapi dua laga berat melawan Crystal Palace dan Liverpool, yang berpotensi membuat posisi mereka semakin tertekan.

Tantangan belum berhenti di situ. Empat laga terakhir musim ini akan mempertemukan Tottenham dengan Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton. Villa dan Chelsea tengah bersaing memperebutkan tiket Liga Champions, sementara Leeds dan Everton dikenal sulit dikalahkan. Potensi kehilangan poin dalam rangkaian laga tersebut sangat terbuka.

Krisis Cedera Perparah Situasi

Baca Juga: Hasil Seleksi Bansos Digital Banyuwangi Diumumkan Hari Ini, 350 Ribu Pendaftar Masuk Masa Sanggah

Kondisi skuad juga menjadi persoalan serius. Saat menghadapi Fulham, Tottenham tidak dapat memainkan 10 pemain akibat cedera dan skorsing. Sejumlah nama kunci seperti Cristian Romero, Destiny Udogie, James Maddison, Dejan Kulusevski, Lucas Bergvall, dan Mohammed Kudus absen.

Situasi ini jelas menyulitkan. Hampir tak ada tim di Premier League yang mampu tampil konsisten dengan daftar cedera sepanjang itu. Meski demikian, posisi Spurs yang begitu dekat dengan zona merah tetap menjadi sorotan tajam.

Sebagian besar pemain inti diperkirakan baru pulih pada April. Jika hingga pekan-pekan terakhir musim ini Tottenham masih berada di zona degradasi, peluang untuk selamat akan semakin tipis.

Minim Pengalaman dalam Perang Degradasi

Berbeda dengan Nottingham Forest dan West Ham yang relatif berpengalaman berjuang di papan bawah, Tottenham sudah puluhan tahun tidak terlibat langsung dalam pertarungan degradasi. Minimnya pengalaman menghadapi tekanan seperti ini bisa menjadi faktor penentu yang merugikan.

Kini, publik London Utara menanti respons cepat dari Igor Tudor dan para pemainnya. Tanpa perbaikan signifikan dalam beberapa pekan ke depan, Tottenham bukan hanya mencatat rekor buruk, melainkan juga berisiko kehilangan statusnya di kasta tertinggi sepak bola Inggris. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#premier league #fulham #degradasi #Tottenham Hotspur #igor tudor