Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Maarten Paes Cetak Clean Sheet Perdana, Ajax Ditahan Imbang PEC Zwolle 0-0

Bayu Shaputra • Senin, 2 Maret 2026 | 02:30 WIB

Maarten Paes.
Maarten Paes.

RADARBANYUWANGI.ID - MAC³PARK Stadion menjadi saksi performa solid kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, saat Ajax harus puas berbagi angka 0-0 melawan tuan rumah PEC Zwolle pada Minggu, 1 Maret 2026. Laga pekan ke-25 Eredivisie tersebut berlangsung ketat dan penuh tensi sejak menit awal.

Bagi Paes, hasil imbang ini tetap menyisakan catatan manis. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu sukses mencatatkan clean sheet perdananya sejak resmi berseragam raksasa Amsterdam pada Februari lalu. Penampilan tenangnya di bawah mistar menjadi salah satu faktor penting yang menyelamatkan Ajax dari kekalahan.

Tuan rumah tampil agresif dengan mengandalkan bola-bola mati. Bek jangkung Simon Graves beberapa kali mengancam lewat sundulan keras hasil skema sepak pojok. Upaya tersebut masih mampu dimentahkan Paes dengan refleks cepatnya.

Anselmo MacNulty turut menebar ancaman melalui tandukan jarak dekat. Namun lagi-lagi Paes menunjukkan positioning yang tepat untuk mengamankan bola. Dari sisi sayap, Younes Namli menjadi motor serangan PEC Zwolle. Pergerakannya yang lincah kerap merepotkan lini belakang Ajax.

Meski berada dalam tekanan, Paes tampil percaya diri. Distribusi bolanya rapi dan komunikasi dengan barisan pertahanan terlihat semakin solid dibanding laga-laga sebelumnya.

Tidak tinggal diam, Ajax mencoba keluar dari tekanan. Davy Klaassen memperoleh peluang emas pada menit ke-42. Sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti memaksa kiper PEC Zwolle, Tom de Graaff, melakukan penyelamatan gemilang.

Sebelumnya, Wout Weghorst juga mendapat kans emas dari jarak dekat. Sayangnya, tembakan striker jangkung tersebut masih melambung tipis di atas mistar.

Babak pertama pun ditutup tanpa gol, meski kedua tim sama-sama memiliki peluang berbahaya.

Memasuki babak kedua, pelatih Ajax Fred Grim mencoba mengubah jalannya laga. Ia memasukkan Kian Fitz-Jim, Steven Berghuis, hingga Kasper Dolberg guna menambah daya gedor.

Namun, rapatnya pertahanan PEC Zwolle membuat Ajax kesulitan menembus lini belakang tuan rumah. Youri Regeer sempat memaksa De Graaff melakukan penyelamatan penting setelah memanfaatkan bola muntah di kotak penalti.

Sementara itu, Paes relatif tidak menghadapi ancaman berarti pada paruh kedua. Tembakan Thijs Oosting yang mengarah ke gawang masih terlalu lemah untuk menaklukkan kiper kelahiran Nijmegen tersebut. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan.

Tambahan satu poin membuat Ajax semakin tertinggal dalam persaingan papan atas klasemen Eredivisie. Kesempatan memangkas jarak dengan pesaing di posisi kedua terbuang percuma.

Meski demikian, Paes layak mendapatkan apresiasi. Setelah sebelumnya mencatatkan tujuh penyelamatan saat melawan NEC Nijmegen, clean sheet perdana ini menjadi bukti konsistensinya.

Kepercayaan diri sang kiper Timnas Indonesia terus meningkat. Dengan sepuluh pertandingan tersisa musim ini, Paes masih memiliki waktu cukup untuk memperkuat posisinya sebagai pilihan utama di bawah mistar Ajax.

Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu pilar penting dalam upaya Ajax mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Perjalanan masih panjang. Namun satu hal pasti, Maarten Paes telah menunjukkan bahwa ia pantas bersaing di level tertinggi sepak bola Belanda.

Editor : Ali Sodiqin
#Ajax vs PEC Zwolle #Maarten Paes #Eredivisie 2026