RADARSITUBONDO.ID - Pengundian resmi Piala AFF Futsal 2026 telah digelar pada Minggu, 1 Maret 2026. Hasilnya menghadirkan komposisi grup yang dipastikan memanaskan persaingan sejak laga pertama.
Turnamen futsal paling prestisius di Asia Tenggara ini akan berlangsung pada 5 hingga 11 April 2026 di Provinsi Nonthaburi, Thailand.
Sorotan utama tentu tertuju kepada Timnas Futsal Indonesia yang tergabung di Grup B. Skuad Merah Putih harus menghadapi persaingan ketat bersama Australia, Malaysia, Kamboja, dan Brunei Darussalam.
Komposisi Grup B langsung disebut sebagai “grup neraka”. Pasalnya, tiga tim unggulan kawasan—Indonesia, Australia, dan Malaysia—berada dalam satu grup yang sama. Situasi ini membuat margin kesalahan sangat tipis. Satu kekalahan saja bisa berdampak fatal terhadap peluang lolos ke semifinal.
Australia dikenal memiliki pendekatan permainan fisikal dan disiplin taktik ala Eropa. Sementara Malaysia selalu menjadi rival klasik Indonesia di berbagai ajang olahraga, termasuk futsal. Duel Indonesia kontra Malaysia diprediksi menjadi laga paling panas di fase grup.
Tak hanya itu, Kamboja dan Brunei Darussalam pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski secara peringkat berada di bawah tiga tim unggulan, keduanya berpotensi menjadi kuda hitam yang mengganggu peta persaingan.
Dengan sistem round robin, setiap tim akan saling berhadapan satu kali. Dua tim terbaik dari masing-masing grup berhak melaju ke babak semifinal. Artinya, konsistensi menjadi kunci utama.
Di sisi lain, tuan rumah Thailand menghuni Grup A bersama Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste. Bermain di kandang sendiri, Thailand jelas diuntungkan dukungan publik Nonthaburi.
Vietnam pun menjadi ancaman serius. Mereka dikenal sebagai salah satu kekuatan utama futsal Asia Tenggara yang konsisten tampil kompetitif di berbagai edisi sebelumnya. Dengan komposisi tersebut, Grup A tetap menyajikan tensi tinggi meski tak sepadat Grup B.
Bagi Indonesia, hasil drawing ini menjadi ujian sesungguhnya untuk mengukur kualitas tim di level regional. Pertemuan melawan Malaysia sarat gengsi dan selalu menyita perhatian publik. Rivalitas kedua negara membuat atmosfer pertandingan dipastikan panas sejak menit pertama.
Sementara itu, duel kontra Australia akan menjadi parameter penting untuk melihat kesiapan Indonesia menghadapi gaya bermain berbeda. Australia sebagai tim dari luar kawasan inti ASEAN membawa karakter permainan yang lebih variatif dan agresif.
Dengan waktu persiapan sekitar satu bulan menuju kick-off, pelatih dan jajaran tim pelatih Indonesia dituntut mematangkan strategi, meningkatkan kedalaman skuad, serta menjaga kondisi fisik pemain agar berada di puncak performa saat turnamen dimulai.
Provinsi Nonthaburi, Thailand, akan menjadi pusat perhatian pecinta futsal Asia Tenggara selama sepekan penuh pada 5–11 April 2026. Turnamen ini bukan sekadar perebutan gelar juara, melainkan juga ajang pembuktian supremasi regional.
Dengan komposisi grup yang sudah terkunci, peta persaingan kini semakin jelas. Indonesia tidak punya pilihan selain tampil maksimal sejak laga perdana. Setiap poin sangat berarti dalam perjalanan menuju semifinal dan, tentu saja, trofi juara.
Publik Tanah Air kini menanti aksi Garuda Futsal di panggung Asia Tenggara. Grup berat bukan alasan untuk mundur—justru menjadi momentum pembuktian bahwa Indonesia siap bersaing dan menantang dominasi kawasan.
Editor : Ali Sodiqin