Rangers menempati posisi kedua dengan 56 poin dari 28 laga, sedangkan Celtic berada di peringkat ketiga dengan 54 poin dari 27 pertandingan. Selisih tipis ini membuat hasil laga akhir pekan nanti berpotensi mengubah peta persaingan.
Rangers Bangkit Bersama Danny Rohl
Musim Rangers sempat berjalan buruk. Dari delapan laga awal liga, mereka hanya meraih satu kemenangan, enam hasil imbang, dan satu kekalahan. Situasi tersebut membuat klub asal Glasgow itu tercecer dari papan atas.
Namun, sejak kedatangan pelatih Danny Rohl, performa Rangers melonjak drastis. Dalam 20 laga liga di bawah arahannya, The Gers mencatat 14 kemenangan, lima imbang, dan hanya sekali kalah. Kini, mereka hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen, Heart of Midlothian.
Kemenangan 4-2 atas Hearts pada pertengahan Februari, ditandai hattrick Youssef Chermiti, sempat memangkas jarak menjadi dua poin. Namun, hasil imbang dramatis melawan Livingston pekan lalu, setelah tertinggal 0-2 sebelum menyamakan kedudukan di 10 menit terakhir, membuat mereka kembali kehilangan momentum.
Dengan lima pertandingan tersisa sebelum liga memasuki fase split, Rangers wajib menang agar tidak semakin tertinggal dalam perburuan gelar.
Celtic Berbenah di Bawah Martin O'Neill
Celtic juga mengalami musim yang penuh pasang surut. Periode buruk di bawah Wilfried Nancy membuat mereka sempat terpuruk, sebelum manajemen menunjuk Martin O'Neill sebagai pelatih interim untuk kedua kalinya musim ini.
Di bawah O'Neill, performa Celtic membaik dengan catatan sembilan kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan dari 13 laga di semua kompetisi. Namun, kekalahan 0-1 dari Hibernian pekan lalu membuat mereka tertinggal enam poin dari puncak dan dua poin dari Rangers.
Celtic memang masih memiliki satu laga tunda yang bisa memperkecil jarak, tetapi fokus utama kini adalah mengamankan tiga poin di derby untuk menjaga asa juara sekaligus menekan rival sekota.
Rekor Pertemuan dan Momentum
Dalam enam pertemuan terakhir Old Firm, Rangers unggul dengan tiga kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan. Pertemuan terakhir Januari lalu bahkan dimenangkan Rangers dengan skor 3-1.
Catatan kandang Rangers musim ini juga impresif: sembilan kemenangan, empat imbang, dan hanya satu kekalahan di liga. Sebaliknya, Celtic sudah menelan empat kekalahan tandang, jumlah terbanyak dalam enam musim terakhir.
Kabar Tim dan Perkiraan Susunan Pemain
Baca Juga: Balap Liar di Jalan Mahoni Giri Banyuwangi Dibubarkan Polisi, Motor Diamankan
Rangers diperkirakan tanpa Connor Barron, Derek Cornelius, dan Bailey Rice akibat cedera. Lini depan yang diisi Chermiti, Djeidi Gassama, Mikey Moore, dan Andreas Skov Olsen berpotensi kembali dipercaya. Duet Tochi Chukwuani dan Nicolas Raskin diprediksi tetap menjadi andalan di lini tengah.
Celtic menghadapi masalah cedera yang cukup serius. Jota, Alistair Johnston, Cameron Carter-Vickers, Callum Osmand, dan Arne Engels absen, sementara Auston Trusty terkena skorsing. Benjamin Arthur kemungkinan berduet dengan Liam Scales di jantung pertahanan.
Daizen Maeda dan Reo Hatate berpeluang masuk starting XI menggantikan Yang Hyun-Jun dan Alex Oxlade-Chamberlain.
Perkiraan Susunan Pemain
Rangers (4-2-3-1): Butland; Tavernier, Souttar, Fernandez, Rommens; Raskin, Chukwuani; Skov Olsen, Moore, Gassama; Chermiti
Celtic (4-2-3-1): Schmeichel; Araujo, Arthur, Scales, Tierney; Hatate, McGregor; Tounekti, Nygren, Maeda; Cvancara
Prediksi Skor: Rangers 2-1 Celtic
Melihat tren performa dan rekor kandang, Rangers memiliki sedikit keunggulan. Sementara itu, inkonsistensi Celtic saat bermain tandang bisa menjadi celah yang dimanfaatkan tuan rumah.
Derby dipastikan berlangsung ketat dan emosional, tetapi dukungan publik Ibrox dapat menjadi faktor pembeda. (*)
Editor : Niklaas Andries