Tiga bulan lalu, The Reds menang 2-0 di London Stadium. Kini, West Ham datang dengan motivasi balas dendam sekaligus misi menyelamatkan diri dari ancaman degradasi.
Liverpool dan Drama Menit Akhir
Musim ini, Liverpool menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak yang tercipta pada menit ke-90 atau setelahnya di Liga Inggris dengan 13 gol. Tujuh di antaranya mereka cetak sendiri, sementara enam kali justru kebobolan.
Akhir pekan lalu, Alexis Mac Allister menjadi pahlawan lewat gol menit ke-97 yang memastikan kemenangan 1-0 atas Nottingham Forest. Ironisnya, gol tersebut lahir setelah upayanya sempat dianulir VAR dalam laga yang sempat didominasi tuan rumah.
Jika musim lalu mereka sudah mengoleksi 66 poin dan unggul jauh di puncak klasemen pada fase yang sama, situasinya kini berbeda drastis.
Liverpool tertinggal 21 poin dibandingkan musim lalu dan tercecer di posisi keenam setelah 27 laga. Mereka memiliki poin yang sama dengan Chelsea di posisi kelima dan hanya terpaut tiga angka dari Manchester United di peringkat keempat.
Dua kemenangan beruntun 1-0 atas Forest dan Sunderland menjadi modal penting. Pasukan Arne Slot kini memburu tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan untuk pertama kalinya sejak awal kepemimpinan sang pelatih musim lalu.
Rekor pertemuan juga memihak Liverpool. Dari 19 laga liga terakhir melawan West Ham, mereka hanya sekali kalah dengan 15 menang, 3 imbang.
West Ham Bangkit, Tapi Ancaman Masih Nyata
West Ham berjuang mempertahankan status mereka sebagai tim Liga Inggris yang sudah bertahan 14 musim beruntun. Performa enam laga terakhir memberi secercah harapan, 11 poin diraih dengan 3 menang, 2 imbang, 1 kalah, sama banyaknya dengan total poin dari 18 pertandingan sebelumnya.
Kemenangan 2-0 atas Burnley disusul hasil imbang kontra Manchester United 1-1 dan Bournemouth 0-0. Namun, posisi mereka tetap rawan, peringkat ke-18 dan tertinggal dua poin dari zona aman.
Satu catatan menarik: 59% gol West Ham musim ini tercipta di babak pertama, tertinggi di liga. Sebaliknya, Liverpool justru mencatat persentase gol babak pertama terendah dengan 31%. Artinya, start cepat bisa menjadi kunci kejutan bagi tim tamu.
Meski demikian, rekor di Anfield tidak bersahabat. West Ham hanya sekali menang dalam 52 lawatan terakhir ke markas Liverpool di Premier League, kemenangan 3-0 pada Agustus 2015.
Kabar Terkini Tim
Liverpool
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Banyuwangi, Sat Polairud Polresta Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional
Liverpool masih kehilangan beberapa pemain karena cedera, termasuk Alexander Isak, Conor Bradley, Giovanni Leoni, dan Wataru Endo. Namun, Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong berpeluang kembali.
Wirtz kemungkinan langsung mengisi peran nomor 10, sementara Dominik Szoboszlai bisa kembali diplot sebagai bek kanan darurat jika Frimpong belum sepenuhnya fit.
Di lini depan, Mohamed Salah tetap dipercaya meski belum mencetak gol dalam sembilan laga liga terakhir. Hugo Ekitike juga masih mencari konsistensi setelah mandul dalam tujuh dari delapan penampilan terakhirnya.
Perkiraan Susunan Pemain Liverpool: Alisson; Szoboszlai, Konate, Van Dijk, Kerkez; Mac Allister, Gravenberch; Salah, Wirtz, Gakpo; Ekitike.
West Ham United
Freddie Potts menjalani sanksi larangan bermain, sementara Pablo Felipe dan Lukasz Fabianski masih dibekap cedera.
Pelatih Nuno Espirito Santo berpotensi mengubah formasi menjadi tiga bek dengan Jean-Clair Todibo, Konstantinos Mavropanos, dan Axel Disasi di jantung pertahanan. Aaron Wan-Bissaka dan El Hadji Malick Diouf diperkirakan beroperasi sebagai wing-back.
Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville akan mendukung striker anyar Valentin Castellanos, yang baru mencetak gol perdananya untuk West Ham di laga tandang terakhir.
Perkiraan Susunan Pemain West Ham: Hermansen; Todibo, Mavropanos, Disasi; Wan-Bissaka, Fernandes, Magassa, Diouf; Bowen, Summerville; Castellanos.
Prediksi Skor: Liverpool 2-1 West Ham United
West Ham menunjukkan peningkatan signifikan sejak pergantian tahun dan berpotensi memberi perlawanan sengit. Namun, faktor kandang dan dominasi historis membuat Liverpool tetap lebih diunggulkan.
Performa kandang Liverpool musim ini memang belum sepenuhnya konsisten (4 menang, 3 imbang, 3 kalah), tetapi kualitas individu dan kedalaman skuad bisa menjadi pembeda—terutama jika para penyerang utama kembali menemukan sentuhan terbaiknya.
Laga diprediksi berjalan ketat, namun Liverpool diyakini mampu mengamankan tiga poin penting demi menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan. (*)
Editor : Niklaas Andries