Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ramadan Cup Kedunggebang Tegaldlimo Kembali Digelar, Sempat Terhenti karena Izin

Zamrozi Wahyu • Jumat, 27 Februari 2026 | 01:30 WIB

Sparing partner sepak bola antarklub di Desa Kedunggebang kembali digelar setelah panitia mengurus segala perizinan, Kamis (26/2).
Sparing partner sepak bola antarklub di Desa Kedunggebang kembali digelar setelah panitia mengurus segala perizinan, Kamis (26/2).

RADARBANYUWANGI.ID - Ajang silaturahmi antarklub sepak bola bertajuk “Ramadan Cup” di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi selatan kembali dilanjutkan sejak Senin (23/2).

Event tahunan yang selalu digelar setiap bulan suci Ramadan itu sebelumnya sempat terhenti pada Selasa (17/2) karena belum mengantongi izin resmi.

Setelah panitia mengurus seluruh persyaratan administrasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, kegiatan sparring sepak bola antarklub tersebut akhirnya kembali diizinkan.

Photo
Photo

Pertandingan pun kembali digelar dengan suasana yang lebih tertib dan sesuai ketentuan.

Sempat Dihentikan karena Masalah Perizinan

Kepala Dusun Krajan, Agus Suhartono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sempat dihentikan selama hampir sepekan atas arahan kepolisian karena persoalan izin.

“Sudah seminggu terhenti, karena masalah izin, sehingga disuruh berhenti dahulu oleh kepolisian,” kata Agus.

Menurutnya, sejak awal masyarakat dan para pemuda setempat menganggap kegiatan tersebut sekadar ajang silaturahmi dan sparring antarklub, bukan turnamen resmi.

Namun karena dikategorikan sebagai pertandingan yang melibatkan banyak tim, kegiatan itu tetap diwajibkan memiliki izin.

“Awalnya dianggap turnamen dan harus memiliki izin. Masyarakat mengelak karena cuma sekadar ajang silaturahmi antarklub,” ujarnya.

Kini Gunakan Wasit Resmi Askab PSSI

Setelah proses koordinasi dilakukan, panitia akhirnya melengkapi perizinan sehingga Ramadan Cup bisa kembali digelar.

Bahkan, untuk memastikan pertandingan berjalan profesional dan kondusif, kini setiap laga dipimpin dua wasit resmi dari Askab PSSI Banyuwangi.

“Alhamdulillah akhirnya diizinkan kembali tetapi menggunakan dua wasit dari Askab PSSI Banyuwangi,” terang Agus.

Keputusan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kegiatan ini tetap mengedepankan sportivitas dan ketertiban, meski sifatnya hanya sparring partner atau laga persahabatan antarklub di wilayah Banyuwangi selatan.

Agus menambahkan, laga yang kembali digelar sejak Senin (23/2) tersebut merupakan sparring partner ke-6 setelah sebelumnya sempat terhenti.

Agenda Tahunan Setiap Ramadan

Ramadan Cup sendiri telah menjadi agenda rutin masyarakat Desa Kedunggebang setiap bulan Ramadan.

Selain menjadi wadah silaturahmi antarklub sepak bola, event ini juga menjadi ruang positif bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat dan energi selama bulan puasa.

Menurut Agus, sangat disayangkan jika kegiatan yang sudah menjadi tradisi tahunan itu harus berhenti total. Karena itu, para pemuda berinisiatif segera mengurus perizinan agar kegiatan tetap bisa berjalan sesuai aturan.

Event ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar yang datang menyaksikan pertandingan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Meski bersifat non-kompetitif, antusiasme penonton dan pemain tetap tinggi.

Dorong Kegiatan Positif dan Sportivitas

Dengan telah dikantonginya izin resmi dan pengawasan yang lebih tertata, diharapkan Ramadan Cup dapat berlangsung aman hingga selesai.

Keterlibatan wasit resmi dari Askab PSSI Banyuwangi juga diharapkan meminimalkan potensi gesekan di lapangan.

Masyarakat berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan hijau, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwilayah di Banyuwangi selatan.

Ramadan Cup Kedunggebang pun kembali bergulir, membawa semangat sportivitas dan kebersamaan di tengah suasana bulan suci. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Kedunggebang #tegaldlimo #ramadan cup #askab PSSI #banyuwangi