Kedua tim sama-sama memenangi tiga dari enam laga terakhir di Serie A, sebuah catatan yang menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Namun, situasi belum sepenuhnya aman karena jarak dari zona degradasi masih belum benar-benar nyaman.
Parma Percaya Diri Usai Guncang San Siro
Parma membuat pernyataan tegas pekan lalu dengan menumbangkan salah satu kandidat juara. Setelah meraih kemenangan dramatis atas Bologna dan Hellas Verona, mereka melangkah lebih jauh dengan menaklukkan Milan yang sebelumnya terakhir kalah di liga pada Agustus.
Gol telat Mariano Troilo, yang sempat dianulir sebelum disahkan VAR, membungkam publik San Siro dan membawa Parma unggul delapan poin dari zona merah. Klub asal Emilia tersebut kini mencatat tiga kemenangan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak 2014.
Di bawah arahan pelatih muda Carlos Cuesta, Parma tampil solid dan konsisten. Uniknya, performa tandang justru lebih baik dibandingkan laga kandang musim ini.
Meski demikian, duduk di peringkat ke-12, tepat di atas Cagliari, Parma mengincar kemenangan kandang beruntun di Serie A untuk pertama kalinya dalam enam tahun.
Menariknya, Cagliari selalu menang dalam tiga pertemuan terakhir kedua tim sejak Parma promosi ke Serie A pada 2024, termasuk kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama musim ini.
Cagliari Dilanda Krisis Gol
Meski sempat meraih tiga kemenangan beruntun, laju Cagliari melambat setelah kalah dari AS Roma dan Lecce. Pekan lalu, mereka bermain imbang tanpa gol kontra Lazio.
Masalah utama tim asuhan Fabio Pisacane adalah produktivitas gol. Cagliari gagal mencetak gol dalam tiga laga terakhir, menandakan lini depan yang mulai tumpul. Situasi makin sulit setelah Yerry Mina menerima kartu merah akibat dua pelanggaran yang berujung kartu kuning.
Saat ini, Cagliari berada di posisi ke-13 klasemen dan cukup stabil dalam upaya mempertahankan status di Serie A untuk musim keempat berturut-turut. Namun, performa tandang menjadi kelemahan utama, dengan hanya 13 poin diraih dari total 39 poin yang tersedia di laga tandang.
Kabar Tim dan Perkiraan Susunan Pemain
Parma mendapat kabar baik dengan kembalinya bek andalan Alessandro Circati dari skorsing. Sementara itu, Zion Suzuki sudah kembali berlatih setelah cedera tangan serius, meski kemungkinan masih memulai laga dari bangku cadangan.
Edoardo Corvi yang tampil impresif saat menghadapi Bologna dan Milan diperkirakan tetap dipercaya sebagai penjaga gawang. Abdoulaye N’Diaye, Pontus Almqvist, dan Matija Frigan masih absen, tetapi top skor tim Mateo Pellegrino siap memimpin lini depan.
Pellegrino telah menyumbang dampak besar musim ini, setara dengan kontribusi poin yang diberikan Rafael Leao bagi Milan.
Di kubu tamu, Semih Kilicsoy menjadi tumpuan utama dengan empat gol di Serie A musim ini. Juan Rodriguez kemungkinan menggantikan Mina di lini belakang.
Luca Mazzitelli dipastikan absen akibat cedera betis, menyusul daftar cedera yang juga mencakup Alessandro Deiola, Gennaro Borrelli, Andrea Belotti, Mattia Felici, dan Gianluca Gaetano.
Perkiraan Susunan Pemain
Parma: Corvi; Circati, Troilo, Valenti; Del Prato, Bernabe, Keita, Sorensen, Valeri; Strefezza; Pellegrino
Cagliari: Caprile; Ze Pedro, Rodriguez, Dossena, Obert; Palestra, Adopo, Sulemana, Idrissi; Esposito, Kilicsoy
Prediksi Skor: Parma 1-1 Cagliari
Melihat kondisi kedua tim, hasil imbang tampaknya menjadi skenario paling realistis. Parma memang sedang percaya diri, tetapi rekor kandang mereka belum terlalu meyakinkan. Di sisi lain, Cagliari kurang tajam saat bermain tandang.
Satu poin kemungkinan cukup memuaskan bagi kedua tim dalam upaya menjauh dari zona degradasi Serie A musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries