Al Shabab: Inkonsisten, tapi Mulai Menemukan Ritme
Musim ini berjalan tidak mudah bagi Al Shabab. Hingga pekan ke-23, Singa Putih tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 25 poin dari enam kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 10 kekalahan. Produktivitas 27 gol dan kebobolan 33 gol menunjukkan ketidakseimbangan di lini depan maupun belakang.
Namun, ada secercah harapan dalam beberapa laga terakhir. Al Shabab membukukan tiga kemenangan dari lima pertandingan di semua kompetisi. Kemenangan 3-1 atas Al-Riyadh pada laga sebelumnya menjadi suntikan moral penting jelang menghadapi salah satu tim terkuat liga.
Pasukan Noureddine Zekri kerap mengandalkan serangan balik cepat untuk mengeksploitasi ruang kosong. Dalam lima laga terakhir, mereka mencetak sembilan gol. Sayangnya, rapuhnya lini pertahanan, termasuk catatan sebagai tim dengan penalti terbanyak yang diberikan musim ini, masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Bermain di SHG Arena pun belum sepenuhnya menguntungkan. Dari 11 laga kandang, Al Shabab meraih empat kemenangan, tiga imbang, dan empat kekalahan. Menghadapi Al-Hilal, mereka dituntut tampil jauh lebih solid.
Al-Hilal: Konsisten dan Masih Tak Terkalahkan
Di sisi lain, Al-Hilal tampil jauh lebih stabil. Saat ini mereka berada di peringkat ketiga dengan 55 poin dan belum terkalahkan musim ini. Raihan 16 kemenangan dan tujuh hasil imbang, serta catatan 57 gol dan hanya 20 kebobolan, menegaskan kualitas mereka di kedua sisi lapangan.
Meski begitu, performa terbaru menunjukkan sedikit penurunan ritme. Dalam lima laga terakhir, mereka meraih dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Hasil imbang 1-1 melawan Al-Taawoun menjadi peringatan bahwa persaingan menuju gelar semakin ketat.
Di bawah arahan Simone Inzaghi, Al-Hilal tampil sebagai tim yang komplet: kuat dalam penguasaan bola, efektif dalam transisi menyerang, dan disiplin saat bertahan. Rekor tandang mereka juga impresif, dengan tujuh kemenangan dan empat hasil imbang.
Dominasi Al-Hilal juga tercermin dalam rekor pertemuan. Mereka memenangi empat dari lima laga terakhir kontra Al Shabab, sementara tuan rumah gagal mencatatkan kemenangan dalam periode tersebut.
Kabar Tim dan Perkiraan Susunan Pemain
Al Shabab dipastikan tanpa Mohammed Harbush yang masih menjalani pemulihan cedera ligamen krusiat. Abderrazak Hamdallah akan menjadi ujung tombak serangan, didukung Yannick Carrasco dari sektor sayap.
Di lini tengah, Yacine Adli dan Vincent Sierro diharapkan menjaga keseimbangan permainan, sementara Josh Brownhill berpeluang bermain lebih ofensif. Wesley Hoedt akan memimpin lini pertahanan, dengan Marcelo Grohe tetap dipercaya di bawah mistar.
Sementara itu, Al-Hilal kehilangan Hamad Al-Yami akibat cedera tempurung lutut. Karim Benzema juga absen karena masalah otot, sedangkan Yusuf Akcicek belum pulih dari cedera hamstring.
Yassine Bounou diprediksi kembali mengawal gawang. Duet Kalidou Koulibaly dan Hassan Al-Tambakti akan mengisi jantung pertahanan. Di lini tengah, Ruben Neves, Sergej Milinkovic-Savic, dan Mohammed Kanno tetap menjadi andalan. Salem Al-Dawsari dan Malcom menopang lini serang.
Perkiraan Susunan Pemain
Al Shabab: Grohe; Al-Thani, Hoedt, Al-Bulaihi, Yaslam; Adli, Sierro; Al-Hammami, Brownhill, Carrasco; Hamdallah
Al-Hilal: Bounou; Al-Harbi, Koulibaly, Al-Tambakti, Hernandez; Milinkovic-Savic, Neves, Kanno; Al-Dawsari, Malcom; Leonardo
Prediksi Skor: Al Shabab 1-2 Al-Hilal
Al Shabab menunjukkan peningkatan performa, tetapi menghadapi tim sekelas Al-Hilal tetap menjadi tantangan besar. Kedalaman skuad, kualitas individu, dan konsistensi tim tamu membuat mereka lebih difavoritkan.
Al-Hilal diprediksi mampu mempertahankan rekor tak terkalahkan dan membawa pulang tiga poin penting dalam perburuan gelar Liga Pro Saudi musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries