Hasil ini memastikan PSG melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi salah satu dari Chelsea atau FC Barcelona, tergantung hasil undian yang akan digelar Jumat.
Titik Balik di Menit ke-59
Monaco sebenarnya berada dalam posisi ideal. Mereka unggul 1-0 dan menyamakan agregat menjadi 3-3 ketika gelandang berusia 21 tahun, Mamadou Coulibaly, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-59 akibat pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia.
Keputusan tersebut mengubah arah pertandingan secara drastis. Dari situasi bola mati yang dihasilkan, kapten PSG Marquinhos langsung menyamakan kedudukan. Enam menit berselang, Kvaratskhelia membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1 sekaligus mengendalikan jalannya laga.
Gol penyama kedudukan Jordan Teze di masa injury time memang membuat skor menjadi 2-2 pada malam itu, tetapi sudah terlambat untuk menyelamatkan Monaco dari eliminasi.
PSG Bangkit Usai Tampil Gugup
Sebelum kartu merah tersebut, PSG terlihat gugup dan kesulitan mengembangkan permainan. Monaco bahkan mulai menguasai ritme laga.
Momentum berubah ketika Coulibaly melakukan tekel terlambat di dekat garis tepi lapangan. Tak lama setelah itu, PSG memanfaatkan situasi dengan cepat.
Skema tendangan bebas cepat di sisi kanan berujung umpan Desire Doue yang disambut Marquinhos dari jarak dekat. Selanjutnya, Kvaratskhelia mencetak gol setelah kiper Philipp Köhn menepis tembakan jarak jauh Achraf Hakimi ke arah sang winger.
Akliouche Bersinar Meski Gagal Lolos
Monaco sempat menunjukkan kualitasnya. Pada leg pertama pekan lalu, mereka unggul 2-0 sebelum rapuhnya lini belakang membuat keunggulan sirna. Di Parc des Princes, Monaco kembali memimpin lewat Maghnes Akliouche tepat sebelum turun minum.
Serangan dibangun dari sisi kanan ke kiri, Caio Henrique mengalirkan bola ke Coulibaly, yang kemudian memberi umpan matang kepada Akliouche untuk diselesaikan dengan sepakan kaki bagian dalam yang membentur tiang kiri sebelum masuk.
Coulibaly sendiri sempat menyia-nyiakan peluang emas di awal laga saat gagal memaksimalkan umpan Akliouche dari jarak dekat.
Bagi Akliouche, performa gemilang ini bisa menjadi modal penting untuk menembus skuad timnas Prancis di Piala Dunia mendatang. Gelandang 24 tahun itu melakoni debut bersama Prancis pada September lalu dan mencetak gol ke gawang Azerbaijan dua bulan kemudian.
Musim lalu, ia juga mencuri perhatian lewat gol salto spektakuler di Ligue 1, menyambut umpan Vanderson dengan tendangan voli kaki kiri di udara. Akliouche turut memperkuat Prancis saat mencapai final Olimpiade Paris 2024.
PSG Lanjutkan Ambisi Eropa
PSG yang musim lalu menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya kini kembali menjaga peluang mempertahankan gelar. Sebelum keberhasilan tersebut, mereka sempat lima kali tersingkir di babak 16 besar dalam delapan musim.
Kali ini, mereka lolos dengan cara yang dramatis, dibantu momen krusial kartu merah lawan. Tantangan berikutnya dipastikan lebih berat, tetapi PSG tetap menjadi salah satu kandidat kuat di panggung Eropa musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries