Bermain di Stadion San Siro, Milan, klub kecil asal Norwegia itu menang 2-1 dan memastikan kemenangan agregat telak 5-2 untuk melangkah ke babak 16 besar. Hasil ini sekaligus menjadikan Bodo/Glimt sebagai tim Norwegia pertama yang memenangi laga fase gugur Liga Champions.
Kejutan demi Kejutan dari Klub Norwegia
Musim ini merupakan debut Bodo/Glimt di kompetisi tertinggi antarklub Eropa. Namun, perjalanan mereka jauh dari sekadar pelengkap. Sejak fase liga, tim asal Norwegia tersebut sudah mengejutkan publik dengan kemenangan atas Manchester City dan Atlético Madrid.
Meski demikian, menyingkirkan Inter, finalis musim lalu, dalam duel dua leg menjadi pencapaian terbesar mereka sejauh ini.
Di San Siro, tuan rumah sempat menguasai permainan. Namun, Bodo/Glimt tampil disiplin dan efektif. Dua gol di babak kedua dari Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen membungkam publik Milan dan praktis mengunci tiket ke fase berikutnya.
Inter sempat memperkecil ketertinggalan melalui Alessandro Bastoni. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan karena agregat sudah terlalu jauh.
Catatan Bersejarah dan Tantangan Berikutnya
Kemenangan agregat 5-2 atas Inter menjadi simbol kebangkitan klub-klub kecil di panggung Eropa. Bodo/Glimt kini menantikan lawan berikutnya di babak 16 besar, yang kemungkinan mempertemukan mereka dengan Manchester City atau Sporting CP dari Portugal.
Apa pun hasil undian nanti, Bodo/Glimt telah menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Norwegia dan Liga Champions musim ini.
Dari tim yang sempat dipandang sebelah mata, mereka kini menjelma sebagai kuda hitam yang layak diperhitungkan di panggung Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries