RADARBANYUWANGI.ID – Usai sukses menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) untuk pertama kalinya, Federasi Olahraga Domino Banyuwangi (Orado) langsung tancap gas.
Cabang olahraga (cabor) yang baru terbentuk tersebut menargetkan perluasan pembinaan hingga ke seluruh kecamatan di Banyuwangi.
Langkah awal telah dimulai melalui Kejurcab yang digelar di Kafe Hedon, Kelurahan Penataban, Minggu malam (22/2).
Meski persiapan hanya berlangsung sekitar dua minggu, animo masyarakat dinilai sangat tinggi.
Ketua Orado Banyuwangi, Dede Abdul Ghani, mengatakan bahwa kejurcab tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan olahraga domino sebagai cabang resmi yang memiliki aturan dan regulasi jelas.
“Kita melihat animo masyarakat Banyuwangi cukup tinggi. Dua kategori, baik umum maupun pelajar, semuanya terisi,” ujar Dede.
Tiga Tim Jadi Juara Kejurcab Perdana
Dalam kejurcab perdana itu, tiga tim berhasil meraih podium juara. Tim The Watter keluar sebagai juara pertama, disusul UD 21 di posisi kedua, serta tim Opo Anane sebagai juara ketiga.
Menurut Dede, para pemenang diharapkan tidak hanya berhenti sebagai juara turnamen semata.
Mereka diharapkan mampu menjadi duta atau public relation yang ikut memperkenalkan olahraga domino secara positif kepada masyarakat luas.
“Kami berharap mereka bisa memperkenalkan domino ke masyarakat luas,” imbuhnya.
Ia menegaskan, domino yang dinaungi Orado merupakan olahraga yang mengedepankan sportivitas, strategi, dan regulasi resmi, bukan sekadar permainan santai tanpa aturan.
Target Buka Tempat Latihan Standar Orado
Setelah kejurcab perdana, Orado Banyuwangi menargetkan pada pertengahan tahun, maksimal Juni, sudah tersedia sarana latihan di seluruh kecamatan.
Sarana tersebut berupa meja khusus dan set batu domino sesuai standar dan regulasi Orado.
Perlengkapan tersebut akan disebarkan ke titik-titik latihan yang telah ditentukan. Rencananya, Orado akan memilih satu warung kopi di setiap kecamatan sebagai pusat rujukan latihan.
“Kita akan pilih salah satu warung kopi di setiap kecamatan untuk menjadi rujukan tempat latihan. Kita juga ajarkan wasitnya, kita dampingi sampai bisa,” jelas Dede.
Tak hanya menyediakan sarana, Orado juga akan memberikan pelatihan regulasi permainan kepada para pemain.
Dengan demikian, atlet yang berlatih benar-benar memahami aturan resmi dan mampu bertanding secara profesional.
Cetak Atlet Potensial dari Daerah
Melalui pembinaan terstruktur di tingkat kecamatan, Orado berharap dapat melahirkan atlet-atlet domino potensial dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Pembinaan yang merata diyakini akan memperluas basis atlet sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi.
Dede optimistis domino dapat berkembang menjadi olahraga yang diminati berbagai kalangan, mulai pelajar hingga masyarakat umum.
Apalagi, kejurcab perdana telah menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap domino cukup besar.
“Harapannya nanti bisa terbentuk atlet-atlet potensial dari seluruh wilayah,” pungkasnya.
Dengan langkah ekspansi pembinaan ini, Orado Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem olahraga domino yang profesional, terstruktur, dan berprestasi di tingkat daerah maupun nasional. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin