Tertinggal agregat 0-2 dari pertemuan pertama di Jerman, La Dea membutuhkan performa sempurna untuk membalikkan keadaan. Pemenang duel ini akan menghadapi salah satu raksasa Eropa, Arsenal atau Bayern Munchen, di babak 16 besar.
Atalanta Hadapi Tanjakan Terjal
Meski menutup fase liga dengan posisi lebih baik dibanding Dortmund, Atalanta justru gagal memanfaatkan momentum. Kekalahan 0-2 pada leg pertama membuat wakil Italia berada dalam posisi tertekan.
Gol dari Serhou Guirassy dan Maximilian Beier di Signal Iduna Park memberi kendali penuh kepada Dortmund. Penampilan Atalanta kala itu jauh dari kata impresif. Mereka hanya melepaskan tujuh tembakan, catatan terendah kedua dalam 42 pertandingan Liga Champions sepanjang sejarah klub.
Kini, Atalanta memburu keajaiban. Terakhir kali sebuah tim mampu lolos setelah kalah dua gol atau lebih di leg pertama terjadi pada 2019, saat Liverpool secara dramatis menyingkirkan Barcelona.
Momentum Positif di Kompetisi Domestik
Kendati terpukul di Eropa, performa Atalanta di kompetisi domestik cukup meyakinkan. Sepanjang tahun kalender ini, pasukan Raffaele Palladino belum terkalahkan di ajang domestik, dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang.
Akhir pekan lalu, mereka menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menumbangkan juara bertahan Napoli.
Dua gol sundulan pada babak kedua dari Mario Pasalic dan Lazar Samardzic mempertegas ambisi Atalanta menembus empat besar Serie A. Kepercayaan diri inilah yang menjadi modal utama menjelang laga hidup-mati melawan Dortmund.
Dortmund Lebih Berpengalaman
Sementara itu, Dortmund datang dengan modal agregat yang nyaman. Tim asuhan Niko Kovac juga tengah bersaing ketat di Bundesliga, meski masih terpaut delapan poin dari pemuncak klasemen Bayern Munchen.
Die Schwarzgelben memiliki rekam jejak impresif di kompetisi Eropa. Finalis dua musim lalu itu telah memenangkan seluruh 10 duel dua leg UEFA ketika unggul dua gol pada leg pertama.
Namun, Dortmund tidak sepenuhnya kebal saat tampil tandang. Musim ini mereka sudah dua kali kebobolan empat gol dalam laga tandang Liga Champions, masing-masing saat menghadapi Manchester City dan Juventus. Catatan tersebut menjadi celah yang bisa dimanfaatkan Atalanta.
Kabar Terkini Skuad
Atalanta
Tuan rumah masih kehilangan dua penyerang, Giacomo Raspadori dan Charles De Ketelaere. Nama terakhir berkontribusi besar di fase liga dengan enam keterlibatan gol dan 20 peluang tercipta.
Gelandang Ederson diperkirakan siap tampil setelah hanya mengalami gangguan otot ringan. Gianluca Scamacca berpeluang memimpin lini depan menggantikan Nikola Krstovic.
Perkiraan Susunan Pemain Atalanta: Carnesecchi; Kossounou, Djimsiti, Ahanor; Zappacosta, Ederson, De Roon, Bernasconi; Pasalic, Zalewski; Scamacca.
Borussia Dortmund
Beberapa bek sempat absen pada leg pertama, termasuk Nico Schlotterbeck dan Niklas Sule. Schlotterbeck kini telah kembali berlatih penuh, namun kebugarannya untuk bermain 90 menit masih dipantau.
Serhou Guirassy menjadi andalan di lini depan dengan empat gol di Liga Champions musim ini. Penyerang asal Guinea tersebut telah mencatatkan 24 kontribusi gol dari 23 laga Liga Champions, rekor terbaik kedua klub setelah legenda Marco Reus.
Perkiraan Susunan Pemain Dortmund: Kobel; Anton, Schlotterbeck, Bensebaini; Ryerson, Nmecha, Bellingham, Svensson; Brandt, Beier; Guirassy.
Prediksi Skor
Atalanta diyakini akan tampil agresif sejak menit awal demi mengejar defisit. Namun, Dortmund memiliki pengalaman dan kedewasaan taktik untuk meredam tekanan.
Meski tuan rumah berpotensi mencetak gol, kedalaman skuad serta efektivitas Dortmund di momen krusial bisa menjadi penentu.
Prediksi: Atalanta 1-1 Borussia Dortmund
Agregat akhir: Dortmund unggul 3-1 dan lolos ke babak 16 besar.
Atalanta memang pernah menciptakan malam-malam magis di Eropa, tetapi kali ini, langkah mereka berpotensi terhenti oleh ketenangan dan pengalaman wakil Jerman tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries