Pada leg pertama, juara bertahan kompetisi ini bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Les Monegasques dengan skor 3-2. Keunggulan agregat membuat PSG kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.
PSG Bangkit dan Tunjukkan Mental Juara
Awal laga di markas Monaco berjalan buruk bagi Les Parisiens. Namun, pasukan Luis Enrique menunjukkan karakter kuat dengan membalikkan keadaan.
Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya di abad ini PSG mampu memenangi laga gugur Liga Champions setelah sempat tertinggal dua gol lebih dahulu.
Secara tren, PSG tampil impresif. Mereka memenangi empat pertandingan knockout terakhir di kompetisi ini, termasuk dua laga kandang terakhir dengan agregat mencolok 8-0. Selain itu, dari delapan pertemuan dua leg terakhir di Liga Champions, tujuh di antaranya berhasil mereka lewati dengan kemenangan agregat.
Rekor kandang juga berpihak pada raksasa Prancis tersebut. PSG tak terkalahkan dalam delapan dari sembilan laga kompetitif terakhir di Parc des Princes. Bahkan, dalam lima pertemuan terakhir melawan Monaco di Paris, mereka belum tersentuh kekalahan.
Monaco Butuh Keajaiban
Bagi Monaco, situasinya tidak asing: harus menang demi menjaga asa di Eropa. Klub asal Principality itu tersingkir dalam tiga duel dua leg terakhir di Liga Champions dan belum lagi mencapai babak 16 besar sejak musim 2016-2017, ketika talenta muda Kylian Mbappe membawa mereka melaju hingga semifinal.
Tim asuhan Sebastien Pocognoli memang menunjukkan daya juang tinggi akhir pekan lalu. Mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Lens 3-2 di Ligue 1.
Namun, catatan tandang Monaco kurang meyakinkan. Dari lima laga kompetitif terakhir di luar kandang, hanya satu yang berakhir kemenangan. Di Liga Champions musim ini, mereka sudah kebobolan 12 gol dalam empat laga tandang.
Terakhir kali Monaco menang atas PSG di Parc des Princes terjadi pada Maret 2016 dengan skor 2-0 di Ligue 1. Sejak saat itu, dominasi PSG di kandang sendiri sulit dipatahkan.
Kabar Tim: Cedera Menghantui Kedua Kubu
Paris Saint-Germain
PSG berpotensi kehilangan Ousmane Dembele dan Senny Mayulu akibat cedera betis, sementara Fabian Ruiz mengalami masalah lutut. Quentin Ndjantou Mbitcha juga absen karena cedera hamstring.
Di bawah mistar, Matvey Safonov kini menjadi pilihan utama Luis Enrique dalam enam laga terakhir, menggantikan Lucas Chevalier.
Pada leg pertama, Desire Doue mencetak dua gol, sementara Achraf Hakimi turut menyumbang satu gol penting.
Perkiraan Susunan Pemain PSG: Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes; Zaire-Emery, Vitinha, Neves; Doue, Ramos, Kvaratskhelia.
AS Monaco
Monaco diterpa badai cedera. Paul Pogba, Mohammed Salisu, Takumi Minamino, dan Lukas Hradecky menepi karena masalah lutut. Eric Dier dan Christian Mawissa diragukan tampil akibat cedera hamstring.
Kassoum Ouattara (betis), Maghnes Akliouche (pinggul), serta Krepin Diatta juga dalam kondisi meragukan, sementara Aleksandr Golovin harus absen karena sanksi.
Pada leg pertama, Folarin Balogun mencetak dua gol yang sempat membawa Monaco unggul 2-0. Ia juga mencetak gol saat menang atas Lens akhir pekan lalu.
Perkiraan Susunan Pemain Monaco: Kohn; Vanderson, Teze, Kehrer, Henrique; Camara, Zakaria; Coulibaly, Fati, Adingra; Balogun.
Performa Terkini
Paris Saint-Germain (Liga Champions): Kalah-Menang-Seri-Kalah-Seri-Menang
Paris Saint-Germain (Semua Kompetisi): Seri-Menang-Menang-Kalah-Menang-Menang
Monaco (Liga Champions): Menang-Seri-Menang-Kalah-Seri-Kalah
Monaco (Semua Kompetisi): Menang-Kalah-Seri-Menang-Kalah-Menang
Prediksi Skor
Monaco memang memperlihatkan semangat juang tinggi di leg pertama, tetapi kedalaman skuad dan pengalaman PSG di laga krusial menjadi pembeda utama.
Bermain di hadapan publik sendiri dengan modal agregat, Les Parisiens diprediksi kembali tampil efektif dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.
Prediksi: Paris Saint-Germain 2-0 Monaco
Agregat akhir: PSG unggul 5-2 dan lolos ke babak 16 besar.
Dengan pengalaman dan mentalitas juara, PSG tampaknya kembali menemukan jalur mulus menuju fase gugur Liga Champions. (*)
Editor : Niklaas Andries