Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Geger Liga Champions! Pemain Benfica Diskors Usai Dugaan Ujaran Rasis ke Vinícius Junior

Niklaas Andries • Selasa, 24 Februari 2026 | 06:45 WIB

DISKORS: UEFA beri hukuman bagi Gianluca Prestianni
DISKORS: UEFA beri hukuman bagi Gianluca Prestianni
RADARBANYUWANGI.ID - Badan sepak bola Eropa, UEFA, resmi menjatuhkan skors sementara kepada gelandang muda SL Benfica, Gianluca Prestianni, jelang leg kedua playoff fase gugur Liga Champions UEFA melawan Real Madrid.

Keputusan tersebut diambil menyusul dugaan tindakan diskriminatif yang diarahkan kepada penyerang Real Madrid, Vinícius Junior, pada leg pertama pekan lalu.

Kronologi Dugaan Insiden

Insiden bermula setelah Vinícius mencetak gol kemenangan dalam laga yang berakhir 1-0 untuk Real Madrid. Seusai mencetak gol, pemain asal Brasil itu melakukan selebrasi di dekat bendera sudut Benfica, yang memicu ketegangan di lapangan.

Vinícius kemudian menuduh Prestianni melontarkan ujaran rasis kepadanya. Rekan setimnya, Kylian Mbappe, juga mengaku mendengar dugaan penghinaan tersebut.

Prestianni mengakui kepada UEFA bahwa ia mengucapkan kata-kata bernada "anti-gay", namun membantah bahwa ucapannya bersifat rasis.

Ancaman Sanksi Berat

Sebagai langkah awal, UEFA melalui Komite Kontrol, Etika, dan Disiplin (CEDB) memutuskan menjatuhkan skors satu pertandingan kepada Prestianni. Ia dipastikan absen pada leg kedua melawan Real Madrid sambil menunggu hasil investigasi resmi.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebutkan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya laporan sementara dari Inspektur Etika dan Disiplin UEFA (EDI), yang menilai terdapat dugaan pelanggaran Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif.

Jika terbukti bersalah atas pelanggaran rasial, Prestianni terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan sesuai kode etik disiplin UEFA.

UEFA menegaskan bahwa skors ini bersifat sementara dan tidak mengesampingkan keputusan akhir yang akan diambil setelah investigasi tuntas.

Sikap Resmi Benfica

Manajemen Benfica menyatakan telah menerima keputusan UEFA tersebut, namun menyayangkan absennya sang pemain di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Dalam pernyataan resminya, klub asal Portugal itu menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan skors sementara tersebut, meskipun menyadari bahwa proses banding kemungkinan tidak akan memengaruhi status Prestianni pada leg kedua playoff.

Benfica juga menegaskan kembali komitmennya dalam memerangi segala bentuk rasisme dan diskriminasi. Klub tersebut menyebut nilai-nilai antirasisme sebagai bagian dari identitas historis mereka, yang tercermin melalui komunitas global Benfica, kegiatan yayasan klub, serta warisan tokoh legendaris seperti Eusebio.

Sorotan Besar Jelang Leg Kedua

Kasus ini kembali menempatkan isu diskriminasi di panggung utama sepak bola Eropa. UEFA selama beberapa musim terakhir terus memperketat regulasi terhadap tindakan rasisme maupun ujaran kebencian dalam kompetisi antarklub.

Sementara itu, laga leg kedua antara Benfica dan Real Madrid dipastikan berlangsung dalam tensi tinggi, bukan hanya karena persaingan memperebutkan tiket ke babak 16 besar Liga Champions, tetapi juga karena bayang-bayang kasus yang kini tengah diselidiki.

Keputusan akhir UEFA terhadap Prestianni akan menjadi penentu, sekaligus sinyal tegas terhadap upaya pemberantasan diskriminasi di sepak bola profesional. (*)

Editor : Niklaas Andries
#real madrid #diskors #vinicius junior #Gianluca Prestianni #benfica #uefa #liga champions