RADARBANYUWANGI.ID - Cabang olahraga (cabor) domino mulai menunjukkan eksistensinya di Kabupaten Banyuwangi.
Olahraga berbasis strategi tersebut kini kian naik daun dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Hal itu terlihat dalam Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Federasi Olahraga Domino (Orado) Kabupaten Banyuwangi yang digelar Minggu malam (22/2) di Hedon Cafe.
Sebanyak 30 tim ambil bagian dalam kejuaraan perdana tersebut. Terdiri atas 26 tim kategori umum dan 4 tim kategori pelajar.
Masing-masing tim diperkuat dua pemain inti dan satu pemain cadangan.
Suasana kafe yang biasanya santai mendadak berubah tegang. Puluhan peserta tampak serius menyusun strategi, membaca pola permainan lawan, hingga menghitung langkah demi langkah untuk memastikan kemenangan di setiap babak.
Domino Regulasi, Olahraga Strategi Penuh Konsentrasi
Sebagai olahraga baru di Banyuwangi, domino yang dimainkan bukan sekadar permainan biasa.
Domino regulasi menggunakan balok-balok kotak yang sekilas mirip permainan tradisional mahyong.
Namun, dalam sistem pertandingan resmi, terdapat aturan dan regulasi ketat yang membuat permainan semakin menantang.
Dimas, 30, salah seorang peserta mengaku tertarik mendalami domino regulasi karena tingkat kesulitannya yang berbeda dibanding domino kartu.
“Secara umum sama dengan yang pakai kartu, tapi ada beberapa regulasi yang membuat tim harus benar-benar fokus. Ini sangat menarik,” ujarnya.
Menurutnya, domino bukan hanya soal keberuntungan, tetapi juga strategi, komunikasi tim, serta kemampuan membaca peluang.
Hal inilah yang membuat olahraga ini dinilai layak dikembangkan sebagai cabor prestasi.
Antusiasme Membeludak, Target Awal Terlampaui Dua Kali Lipat
Ketua Orado Banyuwangi Dede Abdul Ghani mengaku tak menyangka antusiasme peserta begitu besar.
Awalnya panitia hanya menargetkan 15 tim karena keterbatasan waktu dan peralatan.
Namun hingga hari pelaksanaan, tercatat 30 tim resmi mendaftar. Bahkan, sejumlah peserta datang dari wilayah Banyuwangi selatan meski hujan turun sejak sore hari.
“Animo peserta sungguh luar biasa. Ini jadi sinyal bahwa domino regulasi punya tempat di masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dede, tingginya minat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet domino di Banyuwangi.
Pihaknya pun menargetkan pengembangan lebih luas dalam waktu dekat.
“Maksimal bulan Juni, kami menargetkan bisa menyediakan alat standar untuk dibagikan ke seluruh kecamatan. Kami akan pilih satu warung kopi sebagai tempat berlatih domino dengan panduan regulasi resmi. Jadi mau berlatih di mana pun di Banyuwangi, aturannya tetap sama,” tegasnya.
Langkah tersebut sekaligus untuk menggeser stigma negatif terhadap domino yang selama ini kerap dipandang sebagai aktivitas non-olahraga.
Orado ingin menghadirkan domino sebagai olahraga strategi yang legal, terstruktur, dan berprestasi.
Didukung KONI Banyuwangi, Berpeluang Jadi Anggota Resmi
Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah menyambut positif lahirnya cabor domino. Saat ini terdapat 53 cabor di Banyuwangi, dengan 35 di antaranya menjadi anggota resmi KONI.
“Dengan munculnya cabor domino ini, kami berterima kasih. Harapannya semakin banyak pembinaan berjalan dan muncul bakat-bakat baru. Domino juga punya peluang menjadi anggota tetap di bawah KONI Banyuwangi,” ujarnya.
Ia menilai bertambahnya cabang olahraga akan memperluas ruang pembinaan atlet serta meningkatkan potensi prestasi daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Banyuwangi Jadi Pelopor Kejurcab Domino di Jatim
Potensi perkembangan domino di Banyuwangi juga mendapat pengakuan dari Pengurus Provinsi Orado Jawa Timur.
Ketua Pengprov Orado Jawa Timur, Mahenda Abdillah Amir, menyebut Banyuwangi sebagai daerah pertama di Jatim yang menggelar Kejurcab sejak Orado dideklarasikan pada 7 Januari lalu.
Hal itu menunjukkan besarnya animo masyarakat terhadap domino regulasi.
“Kami berharap kabupaten lain segera mengikuti langkah Banyuwangi. Targetnya, Jawa Timur memiliki tim-tim kuat dari setiap kabupaten dan siap membawa nama daerah di level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pihaknya juga berkomitmen membantu penyediaan alat pertandingan sesuai standar agar kualitas kompetisi tetap terjaga.
Dispora Optimistis Domino Cetak Atlet Berprestasi
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi M Alfin Kurniawan menilai cabor baru memang membutuhkan kerja keras dalam membangun minat generasi muda. Namun ia optimistis domino memiliki peluang besar untuk berkembang.
“Kalau pembinaan konsisten dan regulasinya jelas, saya yakin domino bisa mencetak atlet berprestasi dan mengharumkan nama Banyuwangi,” pungkasnya.
Dengan tingginya partisipasi dalam Kejurcab perdana ini, domino regulasi kini tak lagi sekadar permainan.
Ia telah bertransformasi menjadi olahraga strategi yang mulai mendapat tempat di hati masyarakat Banyuwangi.
Jika pembinaan berjalan konsisten dan dukungan lintas sektor terus menguat, bukan tidak mungkin Banyuwangi akan menjadi salah satu lumbung atlet domino di Jawa Timur — bahkan nasional. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin