Kekalahan 1-3 di Norwegia membuat wakil Italia itu wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk menjaga asa lolos ke babak 16 besar. Pemenang duel ini sudah ditunggu oleh antara Manchester City atau Sporting Lisbon di fase berikutnya.
Pada leg pertama di Aspmyra Stadion, Inter tampil di bawah ekspektasi. Tiga kali juara Eropa itu kesulitan beradaptasi dengan lapangan sintetis dan suhu ekstrem di bawah nol derajat.
Bodo/Glimt tampil lebih cair dan agresif. Sondre Fet membuka keunggulan tuan rumah melalui rangkaian 16 operan apik. Meski Francesco Pio Esposito sempat menyamakan kedudukan, gol Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh di babak kedua memastikan kemenangan 3-1 bagi wakil Norwegia.
Hasil tersebut menghentikan tren tandang impresif Inter sekaligus mempertegas inkonsistensi mereka di fase liga. Setelah memenangi empat laga awal dengan hanya kebobolan satu gol, Nerazzurri justru menelan tiga kekalahan beruntun.
Pelatih anyar Inter, Cristian Chivu, mulai mendapat sorotan. Keputusannya merotasi beberapa pemain kunci di Norwegia dipertanyakan, terlebih dalam laga sepenting fase gugur.
Secara historis, Inter cukup tangguh dalam duel dua leg. Dari 16 pertandingan fase gugur terakhir, di luar final, mereka menang 10 kali dan hanya kalah dua kali.
Namun statistik juga menunjukkan tantangan besar, dari 52 laga gugur, Inter hanya enam kali menang dengan margin dua gol dan belum pernah membalikkan defisit tiga gol di fase akhir.
Terakhir kali tim yang kalah dua gol di leg pertama mampu lolos adalah Liverpool pada 2019 saat menyingkirkan Barcelona di semifinal. Sejak itu, 11 tim gagal melakukan comeback serupa.
Meski demikian, Inter punya modal kuat di kompetisi domestik. Mereka tengah memimpin klasemen Serie A setelah mencatat tujuh kemenangan beruntun. Kemenangan terbaru diraih saat menundukkan Lecce 2-0 lewat gol Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji.
Bodo/Glimt Siap Ukir Sejarah
Bodo/Glimt tampil mengejutkan musim ini. Klub asal Norwegia tersebut lolos ke play-off setelah bangkit di dua laga terakhir fase liga, termasuk kemenangan 3-1 atas Manchester City dan 2-1 di markas Atletico Madrid.
Kini mereka menjadi klub Norwegia pertama yang mencatat tiga kemenangan beruntun di Liga Champions. Jika mampu mempertahankan keunggulan agregat, mereka akan menjadi wakil Eliteserien pertama yang lolos dari fase gugur kompetisi Eropa sejak 1987.
Sejak ditangani Kjetil Knutsen pada 2018, Bodo/Glimt berkembang pesat. Empat gelar liga domestik dan sejumlah kemenangan bergengsi atas Celtic, Porto, Lazio, dan Roma menjadi bukti kemajuan mereka. Bahkan musim lalu mereka mencapai semifinal Liga Europa sebelum disingkirkan Tottenham Hotspur.
Dengan kondisi fisik yang relatif prima usai jeda musim dingin, Bodo datang ke Italia dengan rasa percaya diri tinggi.
Kabar Tim
Inter dipastikan kehilangan kapten sekaligus striker andalan, Lautaro Martinez, yang mengalami cedera betis dan diperkirakan absen setidaknya satu bulan. Top skor Serie A musim lalu itu telah mencetak 25 gol sepanjang kariernya di Liga Champions, sehingga absennya menjadi kerugian besar.
Chivu harus memilih dua dari Francesco Pio Esposito, Marcus Thuram, dan Ange-Yoan Bonny untuk memimpin lini depan.
Kabar baiknya, Denzel Dumfries telah kembali dari cedera panjang. Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu juga bisa tampil setelah menjalani sanksi di Serie A.
Di kubu tamu, Kasper Hogh sedang dalam performa tajam dengan empat gol dari tiga laga Liga Champions terakhir. Jens Petter Hauge juga tampil impresif dengan lima gol musim ini.
Ulrik Saltnes telah kembali ke bangku cadangan pekan lalu, sementara trio Odin Bjortuft, Patrick Berg, dan Fredrik Sjovold yang selalu tampil penuh di Eropa musim ini diprediksi kembali menjadi starter.
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Milan: Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Esposito
Bodo/Glimt: Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Evjen, Berg, Fet; Blomberg, Hogh, Hauge
Prediksi Skor: Inter Milan 3-1 Bodo/Glimt (agregat 4-4, Inter menang adu penalti)
San Siro dikenal sebagai benteng kuat Inter di kompetisi Eropa. Produktivitas gol mereka di kandang bisa menjadi faktor penentu dalam upaya membalikkan keadaan.
Namun Bodo/Glimt terbukti memiliki daya gedor berbahaya dan berpotensi mencetak gol tandang krusial. Laga diprediksi berjalan sengit dan berpeluang hingga babak tambahan.
omeback dramatis bukan hal mustahil bagi Nerazzurri, tetapi mereka harus tampil sempurna untuk menghindari kejutan terbesar musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries