Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengenal Orado, Wajah Baru Olahraga Domino Berbasis Regulasi

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 23 Februari 2026 | 06:41 WIB

Ketua Orado Banyuwangi Dede Abdul Ghany (empat dari kiri), didampingi Ketua Koni Ahmad Khairullah, Plt Kadispora Alfin Kurniawan saat Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Orado pertama di Hedon Cafe.
Ketua Orado Banyuwangi Dede Abdul Ghany (empat dari kiri), didampingi Ketua Koni Ahmad Khairullah, Plt Kadispora Alfin Kurniawan saat Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Orado pertama di Hedon Cafe.

RADARBANYUWANGI.ID – Domino tak lagi sekadar permainan santai di warung kopi.

Di bawah naungan Federasi Olahraga Domino (Orado), permainan ini bertransformasi menjadi cabang olahraga berbasis regulasi, sistem pertandingan, dan pembinaan berjenjang.

Orado menghadirkan domino dalam format kompetitif menggunakan keping balok (bukan kartu), dengan aturan baku yang mengedepankan strategi, konsentrasi, serta kerja sama tim.

Setiap tim terdiri atas dua pemain inti dan satu cadangan.

Pertandingan dimainkan secara head to head antartim dengan sistem poin dalam beberapa babak (set).

Berbeda dari domino rekreasional, dalam Orado setiap langkah pemain tercatat dalam regulasi yang ketat.

Penempatan balok harus sesuai urutan angka yang tersambung.

Pemain dituntut menghitung peluang, membaca sisa balok lawan, serta menyusun strategi untuk mengunci permainan (block) atau menghabiskan balok lebih dulu (finish).

Kemenangan ditentukan berdasarkan akumulasi nilai dari balok yang tersisa di tangan lawan.

Sistem pertandingan umumnya menggunakan fase penyisihan grup dilanjutkan babak gugur. 

Format ini dirancang untuk menjamin kompetisi berjalan objektif dan kompetitif.

Selain itu, terdapat perangkat pertandingan seperti wasit dan meja standar guna memastikan keseragaman aturan di setiap laga.

Ketua Orado Banyuwangi Dede Abdul Ghany, menegaskan, misi utama organisasi ini adalah mengangkat citra domino menjadi olahraga strategi yang terhormat.

“Kami ingin menjadikan domino sebagai olahraga beregulasi yang bisa dipertandingkan secara resmi, bukan lagi sekadar permainan biasa,” ujar pengusaha SPBE ini. 

Menurut Wakil Ketua Kadin ini, Orado juga menyiapkan sistem pembinaan berbasis komunitas.

Setiap kecamatan nantinya akan memiliki titik latihan dengan perangkat standar dan regulasi yang sama. 

Dengan demikian, pemain yang berlatih di mana pun tetap mengacu pada aturan resmi.

Domino Orado menuntut lebih dari sekadar keberuntungan.

Kemampuan membaca pola, manajemen emosi, komunikasi tim, serta ketepatan mengambil keputusan dalam waktu singkat menjadi kunci kemenangan.

"Itulah yang membuat olahraga ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai cabang prestasi," pungkas Ketua Dewan Pembina Hipmi ini. (fre)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#domino #ORADO #indonesia