Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Baru Dilantik, Orado Banyuwangi Langsung Tancap Gas Gelar Kejurkab Perdana di Jatim

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 23 Februari 2026 | 06:37 WIB

Ketua Orado Banyuwangi Dede Abdul Ghany (empat dari kiri), didampingi Ketua Koni Ahmad Khairullah, Plt Kadispora Alfin Kurniawan saat Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Orado pertama di Hedon Cafe.
Ketua Orado Banyuwangi Dede Abdul Ghany (empat dari kiri), didampingi Ketua Koni Ahmad Khairullah, Plt Kadispora Alfin Kurniawan saat Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Orado pertama di Hedon Cafe.

RADARBANYUWANGI.ID – Baru saja dilantik, Federasi Olahraga Domino (Orado) Kabupaten Banyuwangi langsung tancap gas.

Organisasi cabor anyar tersebut sukses menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) domino pertama di Jawa Timur, Minggu (22/2/2026) di Hedon Cafe Banyuwangi. 

Sebanyak 30 tim ambil bagian dalam ajang yang digelar di Cafe Hedon, Kelurahan Penataban, itu.

Rinciannya, 26 tim kategori umum dan empat tim pelajar.

Masing-masing tim diperkuat dua pemain inti dan satu cadangan.

Antusiasme peserta di luar perkiraan panitia.

Dengan waktu persiapan hanya lima hari dan sosialisasi terbatas, panitia awalnya menargetkan 15 tim.

Namun, hingga hari pelaksanaan, jumlah pendaftar justru dua kali lipat.

Bahkan, sejumlah peserta datang dari wilayah Banyuwangi selatan meski hujan mengguyur sejak sore.

Ketua Orado Banyuwangi Dede Abdul Ghany mengatakan, kejuaraan ini menjadi momentum awal mengangkat domino sebagai olahraga strategis yang memiliki regulasi resmi.

Selama ini, domino kerap dipandang sebelah mata dan identik dengan permainan pinggiran.

“Karena ini cabor baru, saya ingin membawa permainan yang identik dengan kelas bawah menjadi olahraga yang beregulasi dan naik kelas melalui kompetisi resmi,” ujar Wakil Ketua Kadin Banyuwangi ini.

Menurut mantan Ketua Hipmi ini, Banyuwangi menjadi kabupaten/kota pertama di Jawa Timur yang menyelenggarakan kejuaraan domino tingkat daerah.

Meski serba terbatas, pihaknya tetap optimistis.

“Dengan persiapan hanya lima hari, kami tetap jalan walaupun minim sosialisasi. Ternyata respons masyarakat sangat luar biasa,” tambah Dede.

Suasana pertandingan berlangsung sengit. Para pemain tampak serius menyusun strategi dalam setiap babak.

Domino yang dipertandingkan menggunakan sistem regulasi resmi dengan media balok, sehingga menuntut konsentrasi dan perhitungan matang.

Dimas, 30, salah satu peserta, mengaku tertarik dengan format kompetisi tersebut.

Menurutnya, permainan ini memang mirip domino kartu yang sudah dikenal luas, tetapi regulasi pertandingan membuat permainan jauh lebih menantang.

“Harus benar-benar fokus dan kompak dengan tim,” katanya.

Ke depan, Orado Banyuwangi menargetkan penguatan pembinaan hingga tingkat kecamatan.

Paling lambat Juni mendatang, pengurus berencana menyediakan perangkat standar untuk didistribusikan ke seluruh kecamatan.

Satu warung kopi di tiap kecamatan akan ditunjuk sebagai pusat latihan dengan regulasi yang sama.

Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah menyambut positif langkah tersebut.

Saat ini terdapat 53 cabor di Banyuwangi, dengan 35 di antaranya menjadi anggota resmi KONI.

“Bertambahnya cabor akan memperluas pembinaan atlet. Domino berpeluang menjadi anggota tetap KONI jika pembinaannya konsisten,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi M Alfin Kurniawan juga optimistis domino bisa berkembang.

Menurutnya, cabor baru memang butuh kerja keras dan kolaborasi banyak pihak.

“Kalau regulasinya jelas dan pembinaan berkelanjutan, bukan tidak mungkin lahir atlet berprestasi dari Banyuwangi,” pungkasnya. (fre)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#domino #ORADO #kejurkab #banyuwangi